Ini Jawaban Kalapas Pasirpangaraian Soal Anggotanya Pukuli Tahanan

Administrator - Jumat,21 Agustus 2015 - 09:42:48 wib
Ini Jawaban Kalapas Pasirpangaraian Soal Anggotanya Pukuli Tahanan

PASIRPANGARAIAN (RRN) - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Pasirpangaraian, Misbahuddin membenarkan seorang oknum pegawai dan seorang Sipir Lapas melakukan pemukulan terhadap seorang tahanan titipan Satres Narkoba Polres Rokan Hulu (Rohul) bernama Benni alias Beni.


Hal itu dibenarkan Misbahuddin melalui pesan BlackBerry Message (BMM) kepada wartawan, Kamis (20/8/15). "Masalah sudah selesai, yang bersangkutan (Benni) sudah melakukan perdamaian dan keluarga gak ada niat untuk memperpanjang masalah tersebut (pemukulan)," ujar Misbahuddin dalam pesan BBM.


"Ya itukan awalnya mereka berkelahi sesama Napi (narapidana) karena yang bersangkutan ikut memukul sesama teman Napinya di kamar. Petugas saya sudah memberi tahu gak boleh melakukan perkelahian sesama Napi di Lapas, jadi karena emosi pegawai saya gak terkontrol terjadilah hal itu (pemukulan)," tambahnya.


Masih dalam pesannya, ia yakinkan bahwa kasus pemukulan tersebut sudah tidak adalagi masalah. "Biasalah di penjara isi padat yang seperti-seperti itu kerap terjadi cuma pemberitaan terlalu dibesar-besarkan aja. Kalo petugas saya yang salah kami punya aturan kita priksa dan ada sanksi. Terus untuk Napi yang sering mengganggu ketertiban dan pelanggaran kita ada aturan pelanggaran disiplin. Jadi kalau kita gak tau persoalan yang sebenarnya yah memang banyak pendapat yang gak pas," pungkas Misbahuddin.


Pernyataan Misbahuddin ini berbeda dari pengakuan Pegawai Lapas Klas II B Pasirpangaraian, Jufri. Saat mengantarkan Benni berobat ke Poli Bedah RSUD Pasirpangaraian, Jufri mengakui bahwa tangan kiri Benni luka karena terpeleset di kamar mandi.


Diduga, kejadian serupa juga kerap terjadi para Napi dan tahanan lain di Lapas Pasirpangaraian selama ini. Apalagi, semenjak Misbahuddin menjabat sebagai Kalapas, awak media terkesan tidak diberi akses masuk ke dalam Lapas, apalagi untuk bertemu dengan dirinya sangat sulit.


Di lain tempat, Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kasat Reskrim AKP Rachmat Muchamat Salihi mengakui ia memang mendapat informasi bahwa antara pelapor Benni dan dua terlapor akan berdamai. Namun, diakuinya laporan Benni belum dicabut. "Itu sah-sah saja, asal kedua belah pihak tidak merasa keberatan dan sepakat untuk berdamai," jelas AKP Rachmat kepada wartawan di ujung telepon.


Untuk diketahui, baru kali pertamanya ini seorang tahanan Lapas Pasirpangaraian melaporkan kasus pemukulan terjadi di dalam Lapas kepada Kepolisian. (teu/rtc)