BPH Migas Resmikan Pertashop Milik Pesantren di Cilacap

Administrator - Minggu,11 April 2021 - 23:37:02 wib
BPH Migas Resmikan Pertashop Milik Pesantren di Cilacap
Menteri BUMN Erick Thohir meresmikan Pertashop milik Pondok Pesantren Nurul Qur'an di Desa Surusunda, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Minggu (11/4). Foto: dok. Pertamina/CNNI

RADARRIAUNET.COM: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan Pertashop milik Pondok Pesantren Nurul Qur'an di Desa Surusunda, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap pada Minggu (11/4/2021).

Pada peresmian yang juga dihadiri oleh Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Ali bin Yahya itu, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa atau Ifan mengatakan bahwa Pertashop hadir sebagai salah satu upaya BPH Migas menjamin ketersediaan dan distribusi BBM di wilayah yang belum terjangkau atau jauh dari SPBU.

Selain itu, Pertashop juga bertujuan mendukung pemerataan ekonomi dan peluang usaha masyarakat setempat. Jumlah 27.772 pesantren berdasarkan data BPS dan jumlah santri yang mencapai 4,1 juta diyakini berpotensi membangkitkan ekonomi.

"Sebagai info, kami sampaikan total pesantren yang ada di Indonesia ada 27.722 pesantren. Ini potensi umat, potensi rakyat untuk kebangsaan kita, membuat ekonomi kerakyatan, apalagi Bapak Menteri BUMN sekaligus sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah," kata Ifan.

Menurut Ifan, 83.900 desa di Indonesia juga memiliki potensi pembangunan Pertashop yang terintegrasi. Bukan hanya BBM, tetapi juga sembako dan LPG nonsubsidi.

"Apabila Pertashop bisa dibangun di pesantren-pesantren maupun desa-desa, maka bisa membantu negara mengurangi subsidi, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat, pertumbuhan ekonomi kerakyatan," ungkap Ifan.

Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menyatakan, kini saatnya pesantren memiliki kekuatan ekonomi, yakni melalui Pertashop. Hal ini direspons penanggung jawab Pertashop Ponpres Nurul Qur'an yang mengatakan hargal jual Pertamax di Pertashop disesuaikan dengan harga yang ditentukan sebesar Rp9.000/liter.

Dalam kesempatan sama, Nicke Widyawati memaparkan rencana mengadakan setidaknya satu outlet Pertashop di satu desa. Tahun ini, direncanakan pengadaan 10 ribu Pertashop. Hal itu disebut sesuai dengan tanggung jawab BUMN sebagai penggerak perekonomian masyarakat, sehingga diharapkan para pengusaha daerah juga dapat berkontribusi.

"Kehadiran Pertashop tersebut akan membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM jenis Pertamax yang ramah lingkungan dengan harga yang sama seperti di SPBU," ujar Nicke tegas.

Partisipasi BUMN
Menteri Erick Thohir mengatakan, ada dua isu yang seharusnya jadi prioritas di masa pandemi. Pertama, pemerataan ekonomi dan kedua, penciptaan lapangan kerja. Ia meminta seluruh BUMN berpartisipasi dalam upaya bersama ini.

"Karena itu, kami pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian BUMN, lalu juga ada BPH Migas, dan juga pemerintah daerah, kita coba sinergikan dua program ini, pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," kata Erick dalam peresmian Pertashop Pondok Pesantren Nurul Qur'an pada Minggu (11/4).

Mengaku telah beberapa kali melihat keberadaan Pertashop, Erick menyebut Pertashop akan menguntungkan kedua belah pihak.

"Apakah pihak dari pesantren ataupun pengusaha daerah. Kenapa menguntungkan? Karena Pertamina sudah mempunyai kekuatan suplai dan hulunya. Ini yang bisa membuat pesantren dan pengusaha daerah bisa mendapatkan untung, dan bisa berkompetisi secara terbuka," ujarnya.

Lebih lanjut, Erick memaparkan bahwa Pertamina berencana mendirikan 10 ribu Pertashop pada 2021. 1.000 di antaranya akan dialokasikan untuk pesantren. Hal itu dilakukan untuk mendorong pesantren agar mandiri, sekaligus memperkuat ekonomi dan melanjutkan fondasi kebangsaan Indonesia.

 

 

CNNIndonesia