Komitmen Indonesia Menuju 10 Besar Negara Ekonomi Terbesar

Administrator - Selasa,06 April 2021 - 16:25:36 wib
Komitmen Indonesia Menuju 10 Besar Negara Ekonomi Terbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk 'Industri 4.0 Menuju Pemulihan Ekonomi Industri 4.0', Senin (5/4). Foto: Rls

Jakarta, www.radarriaunet.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan komitmen Indonesia menuju 10 besar negara ekonomi terbesar. Mewujudkan komitmen itu diperlukan upaya mempercepat otomatisasi dan digitalisasi sektor-sektor industri dalam negeri.

"Pemerintah telah mempersiapkan peta jalan implementasi industri 4.0 Ini demi mewujudkan target Indonesia masuk jajaran 10 negara ekonomi terbesar pada beberapa tahun ke depan," papar Menteri dalam keterangan tertulis yang diterima www.radarriaunet.com Senin 5 April 2021.

Menteri Agus menjelaskan, mewujudkan implementasi industri 4.0 merupakan komitmen Pemerintah Republik Indonesia.
Demikian disampaikan

"Sasaran utamanya menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030. Percepatan pembangunan industri memasuki otomatisasi dan digitalisasi," papar Menteri secara virtual dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Industri 4.0 Menuju Pemulihan Ekonomi Industri 4.0.

Menurut Agus, dalam peta ini, pemerintah telah melakukan serangkaian kajian mendalam dalam memilih sektor-sektor yang potensial. Sehingga, beberapa sektor yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan digitalisasi dapat segera membawa dampak yang positif terhadap pertumbuhan perekonomian bangsa dalam waktu yang singkat.

"Kriteria industri 4.0 sesuai dengan tiga aspirasi yakni, industri tersebut memberikan 10 persen ekspor netto terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meningkatkan produktivitas terhadap biaya dua kali lipat, dan pengeluaran riset dan pengembangan minimal 2 persen dari PDB," ungkapnya.

Agus menuturkan, terdapat tujuh sektor yang akan dipilih pemerintah dalam melakukan digitalisasi. Yakni makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, dan alat kesehatan.

"Tujuh sektor ini dipilih karena telah memberikan kontribusi sebesar 70 persen dari total PDB manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur dan 60 persen penyerapan pekerja industri," kata Menteri Agus.

Untuk mewujudkannya sambung Agus, diperlukan bantuan dan dukungan berbagai pemangku kepentingan yang termasuk ke dalam ekosistem industri 4.0. Masing-masing perannya sangat penting dalam menyokong terjadinya percepatan digitalisasi di berbagai sektor industri pilihan di atas.

"Pertama, terdapat peran grup konsultan yang akan memberikan asistensi terhadap transformasi industri 4.0 di sektor-sektor tersebut. Dengan begitu, terjadinya digitalisasi dapat sesuai dengan harapan dan target yang telah dipertimbangkan sevara matang oleh berbagai instansi pemerintah," paparnya.

Kedua, penyedia teknologi, perannya adalah menyediakan berberbagai teknologi yang dibutuhkan oleh para pelaku industri dalam melakukan transformasi digital. Sehingga, kebutuhan akan teknologi untuk suatu industri dapat dimplementasikan sesuai dengan pengolahan produk yang dimiliki oleh industri terkait.

"Tiga, pemerintah, dalam hal ini instansi pemerintah terkait sangat penting dalam suksesi melakukan industri 4.0. Karena, diperlukan regulasi yang sesuai dengan kebutuhan para industri di atas dalam melakukan transformasi digital di lingkungan perusahaannya," tambahnya.

Untuk itu sebut Agus, menyiapkan regulasi dan kebijakan untuk akselerasi implementasi industri 4.0 sudah disiapkan.

"Empat, para investor yang akan menyokong permodalan dibutuhkan oleh industri terkait dalam melakukan digitalisasi dalam beberapa waktu ke depan. Dengan modal yang cukup, maka transformasi teknologi yang dilakukan oleh industri tersebut dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan ketika menjalankan proses produksi barang," imbuh menteri.

Kelima, asosiasi yang akan melakukan perjalanan transformasi digital di perusahannya anggotanya. Maksudnya, masing-masing asosiasi dapat berpatisipasi secara aktif dalam mendorong anggotanya untuk menjalankan digitalisasi dalam setiap melakukan kegiatan produksinya.

"Terakhir adalah peran akademisi sangat dibutuhkan oleh seluruh pelaku industri di atas untuk memenuhi sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan dalam industri 4.0," terangnya.

Agus menambahkan, keahlian menggunakan teknologi modern akan menjadi faktor paling vital dalam penyelenggaraan suatu usaha ke depan.

"Perannya adalah menyediakan tenaga ahli yang bisa menggunakan teknologi berbasis industri 4.0," pungkasnya.

Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara langsung di FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube). (FMB9/Toro/TR)

Narahubung : Fadzrin Widya Koswara (0823-2020-1990)

Informasi Akurat, Data Valid dan Narasumber Terpercaya

Jl. Medan Merdeka Barat No. 9 Jakarta Pusat 10110 Telp/Fax. 021-3521538

FMB9ID_IKP (Youtube), FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook).

 

RR