Grab Luncurkan #TerusUsaha untuk Bantu UMKM Masuki New Normal

Administrator - Jumat,31 Juli 2020 - 03:48:40 wib
Grab Luncurkan #TerusUsaha untuk Bantu UMKM Masuki New Normal
Grab Indonesia. Foto: Dok. Grab/cnni

RADARRIAUNET.COM: Grab Indonesia meluncurkan program #TerusUsaha yang didedikasikan untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam proses adaptasi dan berkembang di era new normal pada Selasa (30/6/2020).

#TerusUsaha mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus sebagai pelatihan dan peningkatan keterampilan UMKM, serta sebagai iklan gratis. Program ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang Grab untuk mempercepat digitalisasi bisnis tradisional dan kecil, serta memastikan mereka terlibat dalam ekonomi digital.

Mengutip laman CNNIndonesia, President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, program #TerusUsaha dibuat untuk mendukung program #BanggaBuatanIndonesia yang diluncurkan Presiden Joko Widodo. Ia menyatakan optimis saat ini menjadi momen bagi UMKM Indonesia untuk saling menginspirasi agar dapat bertahan dan bangkit.

"Bisnis kecil merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun 87 persen dari mereka masih offline. Dengan situasi dunia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, mereka harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau mereka akan tertinggal. #TerusUsaha adalah bagian dari komitmen GrabForGood yang bertujuan untuk memberikan akses teknologi, peningkatan keterampilan, dan layanan digital," ujar Ridzki.

Dalam jangka waktu 6 bulan ke depan, Grab telah menyiapkan empat langkah untuk membantu puluhan ribu UMKM Indonesia. Di antaranya, meningkatkan visibilitas dan permintaan lewat penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi.

Para pelaku UMKM juga diberi ruang untuk beriklan di akun media sosial dan saluran digital Grab, serta influencer medsos yang bekerja sama. Seluruh biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk pembuatan materi pun ditanggung oleh Grab.

Kedua, memberikan pelatihan keterampilan dan pertumbuhan bagi bisnis kecil, meliputi Grab Akselerator UMKM yang melibatkan kemitraan dengan organisasi nirlaba Sahabat UMKM dalam penyediaan program akselerasi, dan pembuatan microsite yang akan memuat berbagai tips tentang pengembangan bisnis, inspirasi sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab.

Dalam Grab Akselerator UMKM, peserta terpilih akan mengikuti program pelatihan 2,5 bulan dengan fokus pada tiga hal; Business Assessment, terfokus pada topik seperti legalitas, pemasaran, literasi keuangan, hingga daya saing produk; Product Review, yakni sesi berbagi dari para ahli untuk menilai produk dan rencana bisnis peserta; serta Konsultasi, di mana diskusi digelar membicarakan seputar ekspansi pasar, pengelolaan sumber daya, modal, dan bantuan bisnis.

Pelatihan akan diberikan oleh praktisi seperti pemilik Anomali Coffee Irvan Helmi, pemilik Kebab Baba Rafi Hendy Setiono, Branding Expert dari CEO LAB.id Garniasih, dan juga pengajar dari DJKI Kemenkumham, Kementerian Keuangan hingga dosen akademis. Program ini dijadwalkan dimulai pada awal Agustus 2020. Para pemilik usaha kecil dapat mendaftarkan diri mereka di microsite GrabForGood mulai 20 Juli.

Ketiga, menciptakan kesempatan pendapatan baru. Grab mengundang mereka yang mata pencahariannya terdampak pandemi untuk menjadi agen individu GrabKios. Nantinya, mereka bisa bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada komunitas sekitar. Sehingga selain mendapat penghasilan tambahan, mereka juga membantu mengadakan layanan digital bagi 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan atau yang terbatas.

Individu yang tertarik disebut hanya perlu mengunduh aplikasi GrabKios untuk mendaftar. Pendaftaran membutuhkan waktu verifikasi selama 24 jam sebelum individu bisa mulai berjualan.

Langkah terakhir, bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk digitalisasi bisnis tradisional. Grab bermitra dengan PD Pasar Jaya di Makassar, melibatkan 13.500 pedagang di 16 pasar tradisional. Pelanggan dapat bertransaksi lewat GrabAssistant. Selain itu, Grab bermitra dengan Dewan Kerajinan Nasional Makassar dalam mendukung bisnis kecil di area pariwisata lokal dengan teknologi.

Di Manado, Grab bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan digitalisasi kepada 100 mitra Industri Kecil Menengah (IKM) di bawah naungan Disperindag untuk jadi merchant GrabMart dan GrabFood. Grab juga menawarkan biaya pengiriman khusus untuk pelanggan yang berbelanja dari 100 IKM yang terdaftar guna mendorong permintaaan kepada para pedagang.

Sementara di Yogyakarta, Grab menyediakan GrabExpress dengan harga khusus bagi pelanggan yang membeli produk dari 120 mitra UMKM yang terdaftar dalam paltform SiBakul, aplikasi MarketHub dan program dari Dinas Koperasi & UMKM DI Yogyakarta. Terakhir, pelanggan di Sleman kini dapat berbelanja kebutuhan sehari-hari dari hampir 12.500 penjual tradisional menggunakan GrabAssistant.

Seluruh kerja sama dibangun Grab dengan tujuan memastikan bisnis tradisional dan wirausahawan di lokasi terpencil agar tidak tertinggal akselerasi digital. Hingga hari ini, Grab telah membantu lebih dari 100 pasar tradisional di Indonesia untuk beralih ke bisnis online melalui GrabMart.

 

 

RRN/Cnni/lex