Tak Ingin Kerjasama UMNO PM Malaysia Mahathir Mohamad Mundur

Administrator - Selasa,25 Februari 2020 - 09:39:55 wib
Tak Ingin Kerjasama UMNO PM Malaysia Mahathir Mohamad Mundur
Wan Azizah dan Mahathir Mohammad. foto Kompas

RADARRIAUNET.COM: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad secara mengejutkan dan mendadak telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia Sultan Abdullah. Surat pengunduran diri itu dikirimkan pada Senin pukul 13.00 (24/2/2020) waktu setempat.

Dilansir dari Kompas.com, disebutkan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad itu memutuskan untuk mundur karena tak ingin bekerja sama dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu ( UMNO).

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demmokratik (DAP) sekaligus Menteri Keuangan Lim Guan Eng dalam pernyataan tertulis. Dilansir The Star, Senin (24/2), Lim menyatakan, DAP akan tetap mendukung Mahathir Mohamad, dan bakal diumumkan di pertemuan darurat koalisi Pakatan Harapan.

Dia menuturkan bahwa Dr M, julukan Mahathir, memutuskan mundur sebagai PM Malaysia karena dia tidak ingin bekerja sama dengan UMNO. Sebagai informasi, UMNO merupakan bekas kendaraan politik politisi berusia 94 tahun itu sejak 1946 silam hingga 2016, sebelum dia mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).

Melalui UMNO yang menjadi motor koalisi Barisan Nasional, Mahathir sempat menduduki jabatan sebagai orang nomor satu "Negeri "Jiran" pada 1981 sampai 2003. Namun, pada 2016, dia membawa Bersatu bergabung dengan koalisi oposisi, Pakatan Harapan, yang dipimpin mantan musuh politiknya, Anwar Ibrahim.

Secara bersamaan, keduanya mengalahkan Barisan yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak dalam pemilihan Mei 2018 lalu. "Konsistensi dan keputusan untuk menentang UMNO seharusnya didukung oleh seluruh rakyat Malaysia," jelas menteri 59 tahun itu.

Lim berujar, DAP memuji posisi politik Mahathir yang tidak ingin bersinggungan dengan UMNO, di mana pemimpinnya disebut korup dan melakukan serangkaian kesalahan fatal.

"Ini adalah pertama kalinya ada Perdana Menteri Malaysia yang mundur karena berprinsip pada integritas dan memerangi korupsi," tegasnya.

Pernyataan yang sama juga diutarakan Anwar Ibrahim, selepas dia terlibat pembicaraan empat mata dengan Mahathir di kediaman pribadinya, The Mines.

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang masuk ke dalam anggota Pakatan itu menuturkan bahwa nama Dr M dimanfaatkan oleh internal partainya dan pihak lain.

"Saya memohon atas nama PKR dan Pakatan, agar Dr Mahathir tetap tinggal. Meski begitu, beliau mempunyai pandangan lain," jelasnya.

"Dia sudah menekankan maksudnya bahwa sampai kapan pun, tidak mungkin dia akan bekerja sama dengan mereka yang berasal dari rezim masa lalu ( UMNO)," ujarnya.

Sebelumnya, Mahathir Mohamad diumumkan sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Raja Malaysia, Sultan Abdullah, pukul 13.00 waktu setempat.

Kabar tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya (23/2/2020), Bersatu dan sejumlah politisi lain PKR melakukan pertemuan rahasia dengan UMNO. Inti dari pertemuan itu adalah menjegal langkah Anwar sebagai PM dengan membentuk blok pemerintahan baru, di mana Mahathir tetap sebagai PM. Sesuai dengan janji ketika memenangi pemilu Mei 2018, Mahathir akan menyerahkan tampuk kepemimpinan "Negeri Jiran" kepada Anwar Ibrahim.

Kantor Mahathir resmi mengonfirmasi pengunduran diri Perdana Menteri berjuluk Dr M ini, melansir dari Malaysia Kini. Berita pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia tersebut menjadi trending topic di Twitter Indonesia.

Hingga berita ini ditulis pada Senin (24/2/2020) pukul 17.29 WIB, setidaknya ada 26.300 cuitan dengan topik Mahathir Mohamad. Salah satu akun Twitter yang ikut meriuhkan yakni @Rezkyorhy.

Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail dapat menjadi perdana menteri wanita pertama di Malaysia, menyusul pengunduran diri Tun Dr Mahathir Mohamad.

Diduga pengunduran diri Mahathir Mohamad disebabkan oleh kudeta yang gagal membentuk pemerintahan dari belakang dengan partai-partai oposisi.

Melansir Malay Mail, Mahathir telah menunjuk Dr Wan Azizah sebagai perdana menteri interim setelah partainya PPBM memilih untuk meninggalkan pemerintahan Pakatan Harapan.

"Wan Azizah adalah perdana menteri interim," kata seorang sumber yang dekat dengan Presiden PKR (Partai Kedaulatan Rakyat) Datuk Seri Anwar Ibrahim seperti dikutip dari Malay Mail, Senin (24/2).

Di saat yang sama, sumber itu juga mengatakan bahwa Menteri Urusan Ekonomi Datuk Seri Azmin Ali yang juga wakil presiden PKR dipecat oleh Anwar.

Tangan kanan Azmin Ali, Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia Zuraida Kamaruddin yang merupakan pejabat senior partai juga dipecat dari PKR.

Sebuah postingan di Facebook, Presiden PPBM Tan Sri Muhyiddin Yassin menuturkan, partai telah memutuskan untuk meninggalkan koalisi yang berkuasa setelah pertemuan partai yang melibatkan para pemimpin seniornya.

"Pimpinan puncak PPBM telah memutuskan dalam pertemuan khusus yang diadakan pada 23 Februari 2020 untuk meninggalkan Pakatan Harapan," ujar Muhyiddin.

Dia mengatakan, semua anggota parlemen PPBM juga telah keluar dari Pakatan Harapan. "Mereka semua telah menandatangani deklarasi hukum untuk terus mendukung Tun Dr Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri Malaysia," lanjut dia.

Pertemuan sembunyi-sembunyi partai politik pada Minggu (23/2/2020), partai-partai politik Bersatu, Umno, PAS, Gabungan Partai Sarawak, Partai Warisan Sabah, dan faksi PKR yang bersekutu dengan Datuk Seri Azmin Ali berkumpul dalam pertemuan secara sembunyi-sembunyi.

Terdapat spekulasi terbuka bahwa pemerintah Pakatan Harapan akan segera runtuh dan digantikan oleh aliansi baru partai-partai yang berkuasa dan oposisi.

Sementara itu, tidak ada pemimpin atau perwakilan pemerintah yang keluar untuk menyangkal hal ini dan menenangkan situasi negara. Sementara, Anwar menggambarkan pengkhianatan itu telah lengkap semalam.

Masih belum jelas apakah pihak-pihak dalam plot yang mengaku memiliki nomor menggantikan Pakatan Harapan. Pada 2018, koalisi Partai Warisan hampir gagal ke kursi kekuasaan dengan 121 kursi.

Tetapi, jumlah tersebut terus bertambah dengan perekrutan anggota parlemen dari partai-partai oposisi, terutama Umno, yang membawa perwakilannya di parlemen ke 139.

Jika Raja Abdullah mengabulkan permohonan pengunduran diri Mahathir, maka saat itu juga kabinet dibubarkan. Raja lantas harus menunjuk pengganti atau merangkap jabatan sementara.

Raja mempunyai wewenang menunjuk PM baru dari politikus yang menjadi pemimpin mayoritas di parlemen. Jika tidak ada yang memenuhi syarat, maka dia diberi diskresi untuk menentukannya dengan pertimbangan.

 

RR/kps/zet