Pemkab Berkomitmen Kembalikan Kejayaan Kelapa Inhil

Administrator - Selasa,04 Februari 2020 - 16:12:19 wib
Pemkab Berkomitmen Kembalikan Kejayaan Kelapa Inhil
Pemerintah Kabupaten Inhil pernah menggelar Gala Dinner dan Temu Ramah Gubernur Riau, H Syamsuar bersama masyarakat. Foto: RLC

RADARRIAUNET.COM: Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir borkomitmen kembalikan kejayaan kelapa Inhil yang dulunya pernah dialami negeri seribu parit itu.

"Pemerintah berharap kejayaan petani Inhil kembali seperti dulu, Inhil dulunya pernah menjadi lumbung padi dan sekarang sudah jauh tertinggal," kata Wakil Bupati Indragiri Hilir H Syamsuddin Uti usai menghadiri Milad Nasional yang ke 73 tahun, Serikat Tani Islam Indonesia (STII) Kabupaten Indragiri Hilir menggelar pelatihan penanaman padi dengan Teknologi Pertanian Mikroba Google (MIGO) di Aula gedung Serba Guna bersama masyarakat Desa Seberang Pebenaan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri hilir dan sekitarnya, kemarin.

"Saya lahir di Inhil dan besar di Inhil dan sampai saat ini belum ada yang saya berikan untuk Inhil, karena saya cinta kampung halaman saya inilah yang bisa saya berikan dengan menghadirkan Profesor yang ahli di bidang pertanian yang nantinya akan memberikan ilmunya tentang bagaimana bercocok tanam yang baik dan benar sehingga memghasilkan padi yang sesuai harapan," ungkapnya.

Syamsuddin Uti mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada H Ikbal Sayuti yang sudah bersedia mendatangkan ahli di bidang pertanian untuk masyarakat inhil khususnya masyarakat Keritang dan sekitarnya.H Ikbal Sayuti selaku Ketua STII Pusat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan.

Di samping mendatangkan Profesor, Ikbal Sayuti juga mendatangkan Direksi Bank BRI Pusat yang nantinya siap membantu dalam masalah pendanaan. Selain itu dihadirkan juga Kepala Bulog Provinsi Riau yang Sebelumnya sudah mendapat mandat dari Bulog Pusat yang nantinya siap menampung hasil pertanian dari masyarakat.

"Kita sudah siapkan Profesor yang ahli di bidangnya, kita sudah siapkan bank untuk masalah pendanaan, terus Bulug yang siap menampung hasil pertanian, serta kita juga siapkan pendamping pertaniannya. Tinggal para petani mau dan siap apa tidak menjadi petani yang kaya, petani yang makmur seperti petani-petani di luar negeri," papar Ikbal Sayuti.

Diharapkan kegiatan ini mampu menciptakan petani yang handal dengan ilmu yang didapat yang nantinya bisa menyejahterakan para petani itu sendiri, sehingga menjadi petani yang makmur.
STII Kabupten Inhil bekerja sama dengan Nursa Tour untuk menghadirkan pemateri Prof Dr Ir H Ali Zum Mashar MA, MSi.

Perlu diketahui, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terkenal dengan julukan negeri hamparan kelapa dunia namun tidak berbanding lurus terhadap kesejahteraan masyarakatnya yang mana hampir dari 70% penduduk Inhil mengantungkan hidupnya dari sektor perkelapaan.

Kelapa merupakan urat nadi ekonomi masyarakat, tak hanya itu, sangking vitalnya semua kebutuhan primer dan sekundenya pun mereka gantungkan dari kebun kelapa, dimana beberapa bulan ini ,harga kelapa tak pernah berpihak kepada petani, sehingga tak sedikit masyarakat mengeluh bahkan ini berimbas terhadap lesunya perputaran ekonomi di pusat-pusat perbelanjaan.

Seperti yang dialami dan diungkapkan salah seorang anak Petani yang bernama Khairul, Ia menyebutkan Kelapa merupakan warisan dari datuk dan nenek moyangnya dan kelapa merupakan sandaran untuk melanjutkan kehidupan dan gantungan harapan bagi keluarga.

"Saya dan anak-anak para petani lainnya, dibesarkan dari hasil kebun kelapa, apalagi menurutnya hari ini banyak anak-anak dikampung tidak berani untuk melanjutkan pendidikannya akibat anjloknya harga kelapa padahal menurutnya semua anak-anak berhak untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih tinggi dan kesehatan yang layak untuk menghadapi persaingan yang akan datang kami butuh sumber daya yang tinggi," ceritanya dengan rona mata yang memerah.

Masih menurutnya, Kondisi anjlok ya harga kelapa tak hanya dirasakan para petani saja, tetapi akibatnya juga berimbas kepada perputaran ekonomi, yang mana orang-orang kampung enggan pergi ke ibukota atau pusat-pusat pasar yang ada didesa untuk bertransaksi.

"Jangan lan ingin membeli kebutuhan sekunder, untuk makan hari-hari aja mereka sudah susah," cetusnya.

Lebih lanjut, Khairul juga menyebutkan Berbagai aksi demontrasipun sudah dilakukan untuk menuntut sebuah keadilan mengenai harga kelapa mulai dari tingkatan kabupaten, provinsi, bahkan banyak penggiat asosiasi kelapa yang melakukan upaya ditingkat pusat sana.

Bahkan Khairul mengibaratkan dengan sebuah ungkapan 'Sejumlah Aksi Bakar ban bekas petanda kami rakyat petani sudah tersakiti, namun sampai detik ini kami belum mendapatkan hal yang pasti semua penuh dengan janji-janji, bahkan penguasa sudah silih berganti berganti, tapi belum ada satupun yang bisa menjaga kestabilan harga kelapa kami, alasan klasik terus dan terus di ucapkan dampak dari sektor perang dagang dan rupiah melemah serta alasan - alasan yang lain selalu di lontarkan kepada kami, boleh kami bertanya kapan penderitaan kami ini berakhir? Kapankah pemerintah mengembalikan kedaulatan para petani kelapa?

Tak hanya sampai disitu, Khairul juga menyebutkan Alasan Mengapa Perlu mengembalikan Kejayaan Kelapa.

Kelapa adalah tanaman asli Indonesia, dari dulu kelapalah yang menjadi tumpuan hidup banyak petani sejak zaman kolonial hingga sekitar 1970an. Pada zaman itu, satu kilogram kopra (daging kelapa yang dikeringkan.red) setara dengan tiga kilogram beras.

"Coba kita putar lagi lagunya, itukan ada lagunya disana tergambar bagaimana kejayaan petani kelapa kita," katanya lagi.

“Tanah airku Indonesia…Negeri elok amat kucinta…

Tanah tumpah darahku yang mulia…Yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur…Pulau kelapa yang amat subur

Pulau melati pujaan bangsa…Sejak dulu kala

Melambai lambai…Nyiur di pantai…Berbisik bisik…Raja Kelana…”

Itu sebagian lirik lagu wajib nasional, 'Rayuan Pulau Kelapa' Begitu berjayanya kelapa era sebelum 70-an, sampai-sampai ada lagu nasional tercipta untuk tanaman tempatan ini.

"Zaman itu, hanya petani kepala yang naik haji lewat Singapura. Bahkan sangking enaknya dulu bahkan para petani kelapa punya gigi emas," kisah Khairul.

Ia menceritakan gambaran pada saat itu soal petani kelapa kaya senada catatan pesat industri kelapa sejak 1920-an, Tak heran,karena semua bagian dari kelapa membawa manfaat, dari daun sebagai lidi, dan buah terutama jadi minyak makan dan industri sabun mandi, kala itu.

Bahkan parahnya sekarang Minyak kelapa pun menjadi asing di negerinya sendiri. Minyak sawit mendominasi dipasaran menggantikan minyak kelapa.

Peran Pemerintah Daerah Daerah

Mengembalikan kejayaan kelapa perlu peran besar pemerintah daerah. Kenapa? Dia bilang, di tangan pemerintah daerah perubahan peruntukan lahan terjadi. Pemda garda terdepan penjaga lahan. Sinergisitas Antara Pemerintah Daerah, Provinsi, Pusat

Mengapa kita butuh peran yang sangat penting oleh pemerintah pusat, itu dikarenankan ketika peran pemerintah daerah tidak mampu mengedalikan atau keluar dari masalah yang dihadapi daerah perlunya peran pemerintah pusat, naah siapa yang berperan (Jokowi) Jokowi sebagai kepala negara saat ini harus tau bahkan harus turun ke daerah kabupaten Indragiri Hilir, Presiden harus tau, harus merasakan, sejak 73 tahun Indonesia merdeka 51 tahun kabupaten Indragiri Hilir berdiri, petani kelapa inhil belum merasakan kesejahteraan yang layak, Dengan tujuan Mengembalikan kejayaan kelapa perlu peran besar pemerintah pusat.

Andai Pemimpin Negeri ini mendengar jeritan keluhan para petani kelapa, saya berkeyakinan para petani kelapa pada saat ini meneteskan air matanya, dan coretan ini saya buat dan dedikasikan sebagai bentuk empati dan rasa kepedulian saya terhadap kondisi petani kelapa kita.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Inhil pernah menggelar Gala Dinner dan Temu Ramah Gubernur Riau, H Syamsuar bersama masyarakat. Pada acara tersebut, Bupati mengupas potensi dan bonanza perkelapaan Kabupaten Inhil di masa lalu dengan tujuan menggali potensi kelapa demi kejayaan Inhil di masa mendatang.

Menurut Bupati, Kabupaten Inhil merupakan Kabupaten dengan hamparan lahan perkebunan terluas, tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di dunia.

Bagaimana tidak, diungkapkan Bupati, berdasarkan data yang dirilis Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa, luas lahan perkebunan kelapa di Kabupaten Inhil mencapai angka 400 ribu hektare atau 11,34 persen dari total luas lahan perkebunan kelapa nusantara dengan total produksi hingga 4 milyar butir kelapa per tahun.

"Oleh karena itu, kami Pemerintah Kabupaten Inhil fokus pada upaya optimalisasi sektor perkebunan kelapa," ungkap Bupati dalam acara yang juga dikemas untuk jamuan atas kedatangan pihak Kementerian Perdagangan RI sebagai salah satu narasumber Seminar Nasional Perkelapaan yang digelar pada 25 Maret 2019, di Gedung Engku Kelana, Tembilahan.

Lebih jauh, Bupati menuturkan, sampai saat ini, diketahui jumlah masyarakat pekebun kelapa di Kabupaten Inhil telah menyentuh angka 70 persen dari total penduduk. Namun, dominasi sektor perkebunan kelapa terhadap tingkat pendapatan para pekebun kelapa mengalami hambatan karena adanya fenomena penurunan harga kelapa yang terjadi cukup lama.

"Hari ini, harga kelapa hanya Rp 800. Padahal pada akhir 2017 lalu, harga kelapa sempat menyentuh angka Rp 3600. Dengan begitu, terjadi kelesuan ekonomi yang amat sangat dirasakan, tidak hanya masyarakat bahkan juga daerah," jelas Bupati seraya mengatakan, perlunya gagasan sebagai sebuah solusi atas stabilitas harga kelapa.

Lebih lanjut, solusi yang tengah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Inhil guna mengatasi problema perkelapaan ini, dikatakan Bupati adalah menciptakan produk-produk turunan berbahan baku kelapa untuk kemudian dipasarkan.

Sebagai produk perkebunan yang memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sumber pendapatan, namun juga menjadi bahan baku industri, dikatakan Bupati, sudah sepatutnya komoditas kelapa mempunyai nilai tawar yang tinggi.

Produk olahan berbahan dasar kelapa, menurut Bupati, akan mampu mendorong komoditas kelapa lokal mencapai level harga yang diharapkan oleh masyarakat pekebun kelapa.

"Namun begitu, untuk dijadikan bahan baku produk olahan, masyarakat kita banyak yang belum mampu mengolahnya sehingga beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Inhil melaksanakan pelatihan pengolahan kelapa sebagai solusi atas penurunan harga," papar Bupati.

Dulu, Bupati mengisahkan, kelapa lokal pernah menggapai masa jayanya sekitar tahun 1990-an. Dimana saat itu, diungkapkan Bupati, masyarakat Kabupaten Inhil memiliki kemampuan untum mengolah kelapa menjadi sebuah produk turunan berupa VCO atau minyak kelapa.

"Kala itu, seingat Saya malah Pemerintah yang kewalahan mendistribusikan produk hasil olahan masyarakat kita," kata Bupati.

Selanjutnya, berkenaan dengan penyelenggaraan Seminar Nasional Perkelapaan besok, Bupati berharap, kehadiran pihak Kementerian Perdagangan dan perusahaan - perusahaan industri berbahan baku kelapa dapat mendorong upaya penyelesaian masalah harga kelapa yang dinilai menghambat pengembangan kelapa lokal.

"Komoditas kelapa lokal kita memiliki potensi yang besar, meskipun perlu diketahui potensi itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena masih adanya permasalahan harga.

Mudah-mudahan dengan kehadiran Gubernur dan para pengusaha yang bergerak di bidang perkelapaan dapat menjadi titik terang permasalahan klasik ini," tutur Bupati sembari menyebutkan, produktifitas kelapa lokal kian menurun karena kerusakan lahan.

 

RR/RPC/RLC/ADV