Baznas Rohil Targetkan Dana Zakat Terkumpul Rp2,5 Miliar

Administrator - Senin,20 Mei 2019 - 10:44:58 wib
Baznas Rohil Targetkan Dana Zakat Terkumpul Rp2,5 Miliar
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Rohil, Junaidi, SE.

Bagansiapiapi : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rohil menargetkan dari perolehan dana zakat pada tahun 2019 sebesar Rp2,5 Miliar. Target ini pun menjadi harapan pengurus Baznas dengan kepedulian masyarakat.

 

“Target Baznas Kabupaten Rohil pada tahun 2019 ini sebesar Rp2,5 Miliar. Untuk memenuhi target tersebut, kami mengoptimalkan zakat OPD, Dinas-Dinas dan seluruh ASN. Selain itu kami juga berharap Pemerintah Daerah dapat menyiapkan Perda agar kami dapat leluasa bersinergi dengan pihak-pihak lain,” sebut Wakil Ketua II Baznas Rohil Junaidi, SE.

Selain itu kata dia, yang belum mencapai maksimal adalah zakat pertanian. Untuk ini kita perlu langkah sosialisasi, namun selama ini kita terkendala biaya untuk turun kelapangan, termasuk juga biaya sosialisasi, dan biaya transportasi.


“Kesadaran masyarakat kita masih kurang, dan itu perlu langkah tegas. Karena hampir merata penduduk kita menghasilkan padi sebanyak 2-3 ton. Dan ini wajib dikeluarkan zakatnya untuk sembako kaum Duafa. Sementara setelah kita pantau mereka membayarkan zakatnya sendiri, dan ini tidak boleh didalam Islam seperti yang dijelaskan didalam surat At-Taubah, zakat itu ada Fakir, Miskin, dan Amil. Dan Amil itu sendiri dalam Islam adalah Baznas. Jadi zakat itu harus disampaikan ke Baznas biar Baznas yang mengelola. Karena seperdelapan hak Amil harus dikeluarkan,” tegasnya.

Selanjutnya kemudian zakat profesi yang lain seperti Pedagang, Pengusaha, Kebun, dan Ternak juga belum pernah tercover sama kita. Kita juga membutuhkan ternak pada hari Raya Kurban dan Baznas yang akan membagikan kepada Fakir Miskin.

Kata dia, beberapa cara yang akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat, diantaranya melalui kerjasama dengan Kementrian Agama untuk memaksimalkan peran Mubaligh dalam mensosialisasikan kewajiban zakat.


“Sementara untuk ASN kita baru 30% berzakat, ini belum maksimal karena kita belum memiliki payung hukum,” ungkapnya.

Lanjutnya Rohil merupakan Kabupaten tersedikit pengumpulan zakatnya di Riau.

“Dan ini akan membuat kita lebih bekerja sama lagi agar pengumpulan zakat dapat bertambah,” sebutnya.

Tambahnya Bupati Rohil dalam hal ini sangat mendukung Baznas dalam hal pengumpulan zakat. Bupati pada waktu kami rapat bersama kemarin meminta kepada bendahara kantor, OPD, Badan, untuk dapat memotong gaji untuk berzakat dan kemudian disetorkan ke Baznas. Ini adalah suatu ketegasan Bupati Rohil, dan kami sangat bersemangat untuk pengumpulan zakatnya.


RRN/Rif