Said Syarifuddin : Siput Laut Komoditas Ekspor Yang Menjanjikan

Administrator - Kamis,14 Februari 2019 - 19:49:12 wib
Said Syarifuddin : Siput Laut Komoditas Ekspor Yang Menjanjikan
Said Syarifuddin menuturkan siput laut (Buccinum Undatum) merupakan komoditas ekspor yang sangat menjanjikan dan dapat mendongkrak pendapatan masyarakat nelayan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir. Foto: Adriah Akil/RRN

Inhil: Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indragiri Hilir, Said Syarifuddin menuturkan siput laut (Buccinum Undatum) merupakan komoditas ekspor yang sangat menjanjikan dan dapat mendongkrak pendapatan masyarakat nelayan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir.

"Kita akan dukung serta mendorong potensi komoditi ekspor baru ini sehingga perekonomian masyarakat nelayan dapat meningkat,"ucap Said Syarifuddin, Kamis 14 Februari 2019.

Pria yang juga merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil ini meyakini potensi siput laut yang cukup besar dan merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat Kecamatan Tanah Merah, akan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat nelayan di sana.

Saat meninjau potensi siput laut di Kecamatan Tanah Merah beberapa waktu lalu, Said mengatakan akan mendukung serta mendorong potensi komoditi ekspor baru dibidang hasil laut perikanan.

Siput laut atau yang biasa disebut masyarakat Inhil dengan nama Cincinot, memiliki nama ilmiah Buccinum Undatum yang berasal dari keluarga Buccinidae dari kelas Gastropoda dan dapat dikonsumsi sebagai makanan oleh masyarakat.

Yusuf Aziz selaku pelaku usaha siput laut yang juga merupakan Ketua Ranting HNSI Kecamatan Tanah Merah mengatakan, munculnya ide memulai bisnis siput laut berawal dari kondisi perekonomian masyarakat yang terlihat sedang terpuruk. Salah satu penyebabnya adalah karena harga kelapa yang murah.

"Saat itu, Saya lihat masyarakat memungut siput laut dan memandang aktifitas masyarakat itu berpotensi untuk dijadikan bisnis baru. Saya mencoba menjembatani para nelayan melakukan ekspor ke Malaysia," pungkas Yusuf Aziz.

Nover, salah seorang nelayan yang tengah menjual siput laut hasil tangkapannya mengatakan, pendapatan hasil tangkap siput laut tergantung dari kondisi pasang surut air laut.

"Bulan November dan Desember merupakan puncak dari berlimpahnya hasil tangkap siput laut. Dengan hasil tangkap bisa mencapai 100 kilogram dengan harga 11 ribu per kilonya jika diantar ke pengepul, hasil bersih pendapatan perorang berkisar antara 80-100 ribu," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC HNSI Inhil, Said Syarifuddin beserta rombongan berkesempatan melihat hasil tangkapan perikanan yang merupakan kekayaan kelautan yang ada di Kabupaten Inhil, khususnya perairan Kecamatan Tanah Merah, seperti ketam dan beberapa jenis ikan.

RRN/Adriah Akil