Korsel Balas Tembakan Korut, Warga Sekitar Mengungsi

Administrator - Senin,24 Agustus 2015 - 13:11:51 wib
Korsel Balas Tembakan Korut, Warga Sekitar Mengungsi
FOTO:int

KOREA SELATAN (RRN) - Korea Selatan membalas serangan tembakan meriam ke arah sumber proyektil Korea Utara di area barat perbatasan inter-Korea pada Kamis (20/8), menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Diberitakan Reuters, militer Korea Selatan menembakkan puluhan peluru artileri berukuran 155 milimeter setelah Korea Utara menembakkan proyektil ke arah pengeras suara propaganda.

"Militer kami telah mengawasi dan melihat dengan saksama pergerakan militer Korea Utara," menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Sejauh ini, Korea Utara belum menanggapi langsung tembakan Korea Selatan.

Korea Selatan menyatakan peralatan deteksi yang melihat lintasan yang diduga proyektil Korea Utara meluncur sekitar pukul 3.52 sore waktu lokal.Tembakan ini tampaknya tidak merusak pengeras suara ataupun menimbulkan korban luka.

Proyektil yang diduga ditembakkan Korea Utara ini mendarat di area 60 kilometer sebelah utara Seoul, atau sebelah barat zona perbatasan, menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Yonhap melaporkan warga Korea Selatan yang berada di sekitar area tersebut kini diminta untuk mengungsi sementara.

Selain itu, Yonhap juga memberitakan saat ini kantor Kepresidenan Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat dengan dewan keamanan nasional menyusul insiden ini.

Ketegangan antara kedua negara Korea ini meningkat sejak awal bulan ketika ranjau darat meledak di Zona Demiliterisasi, DMZ.Insiden ini mengakibatkan dua tentara Korea Selatan terluka.

Seoul menuduh Korea Utara yang telah memasang ranjau tersebut, namun hal ini dibantah langsung oleh Pyongyang.

Seoul kemudian mulai mempergunakan pengeras suara untuk menyiarkan propaganda berisi retorika anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan barat dan tengah.Kegiatan ini sebelumnya dihentikan oleh kedua pihak pada 2004.

Pada Sabtu kemarin, Korea Utara telah menuntut Korea Selatan untuk menghentikan siaran propaganda tersebut atau bersiap untuk menghadapi aksi militer. Pada Senin, kedua negara mulai melakukan siaran masing-masing.

Tembakan pada Kamis ini muncul di tengah latihan gabungan militer Korea Selatan dengan Amerika Serikat beserta beberapa negara lain. Latihan militer ini sudah berjalan sejak Senin kemarin dan Korea Utara menganggapnya sebagai pemicu perang.
(stu/stu/fnx )