Reses DPRD Riau, Masyarakat Inhu Keluhkan Harga Karet Makin Anjlok

Administrator - Selasa,06 September 2016 - 15:19:45 wib
Reses DPRD Riau, Masyarakat Inhu Keluhkan Harga Karet Makin Anjlok
Reses Anggota DPRD Riau dimanfaatkan warga Siberida, Inhu untuk curhat. Masyarakat keluhkan harga karet yang semakin memprihatinkan. rtc
RADARRIAUNET.COM - Melalui kepala desanya, masyarakat Desa Sibabat, Kecamatan Siberida, Kebupaten Inderagiri Hulu (Inhu) sampaikan keluhannya, terutama yang berkaitan dengan harga jual karet yang semakin hari semakin memprihatinkan. 
 
"70 persen penghasilan masyarakat di situ berasal dari hasil karet. Harganya kini sangat memperihatinkan, persoalan ini langsung disampaikan kepala desa mereka, Pak Hadiri Aswad ke saya dalam reses," kata Ade Agus Hartanto, anggota DPRD Riau dari Dapil Inhu-Kuansing kepada riauterkinicom, Ahad (04/09/16). 
 
Selain harga karet, penghasilan masyarakat dari hasil kelapa sawit juga mengalami hal yang sama. Tanaman kelapa sawit di situ pun sedang mengalami trek (sebuah musim ketika perkebunan dan lahan tidak menghasilkan banyak hasil panen seperti biasanya). 
 
"Yang lebih memperihatinkan, untuk hari raya 'Aidul Adha tahun ini, mereka hanya mampu memotong hewan kurban sapi satu ekor per desanya. Dibandingkan tahun lalu, mereka bisa memotong tujuh sampai delapan ekor sapi," ungkapnya. 
 
Agar mengatasi persoalan ini, ia mendesak pemerintah agar bisa turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau khususnya, disarankan supaya bisa memberikan subsidi terhadap harga hasil karet maupun sawit masyarakat. 
 
"Mengaktifkan kembali ekonomi kreatif juga bisa menjadi salah satu solusinya. Sampai hari ini, masyarakat belum merasakan sentuhan ekonomi kreatif dari pemerintah, ini jelas pekerjaan besar bagi Pemprov Riau khususnya," jelas politisi PKB ini. 
 
Terakhir ia mengatakan, seluruh keluhan yang disampaikan masyarakat akan menjadi pokok-pokok pikiran anggota dewan yang kemudian disampaikan kepada Pemprov Riau melalui rapat paripurna DPRD Riau. 
 
"Persoalan ini tentu harus segera diatasi, terutama yang berkaitan dengan kelapa sawit, tidak lama lagi kelapa sawit mereka akan memasuki masa peremajaan atau replanting," tutupnya.
 
 
rtc/radarriaunet.com