Rawan Konflik, PT RPI dan Warga Klaim Miliki Lahan Lubuk Batu Tinggal, Inhu

Administrator - Rabu,31 Agustus 2016 - 13:21:46 wib
Rawan Konflik, PT RPI dan Warga Klaim Miliki Lahan Lubuk Batu Tinggal, Inhu
Situasi di Lubuk Batu Jaya, Inhu dinilai cukup rawan konflik. rtc
RADARRIAUNET.COM - Kondisi rawan konflik dapat terjadi di kecamatan Lubuk Batu Jaya kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), hal ini diakibatkan PT Rimba Peranap Indah (PT RPI) mengklaim lahan seluas 2000 hektar didesa Lubuk Batu Tinggal merupakan miliknya, demikian juga dengan warga setempat yang bahkan sudah mengolah lahan tersebut menjadi kebun sawit sejak tahun 1997. 
 
Memanasnya situasi lahan di desa Lubuk Batu Tinggal ini terjadi setelah PT RPI perusahaan pemasok bahan baku kayu kepada PT RAPP, mengklaim lahan tersebut miliknya dengan menanami pohon akasia di sela-sela sawit yang telah ditanam warga. Demikian juga warga Kecamatan Lubuk Batu Jaya mengklaim bahwa lahan 2000 hektar tersebut adalah milik warga yang tergabung dalam wadah kelompok tani Desa Lubuk Batu Tinggal. 
 
Penegasan bahwa warga sudah menguasai lahan tersebut sejak 1997, dengan dasar surat keterangan dari Kanwil Kehutanan Provinsi Riau tahun 1997 yang menyatakan bahwa areal PT RPI berada di Kecamatan Kelayang dan Peranap, disampaikan perwakilan warga Hasbullah kepada sejumlah wartawan Selasa (30/8/16).  
 
"Keterangan dari Kanwil Kehutanan itu menjadi dasar kami menguasai areal karena konsesi PT RPI tidak berada di Kecamatan Pasir Penyu atau Kecamatan Lubukbatu Jaya saat ini, namun konsesi yang dimiliki PT RPI hanya ada di Kecamatan Kelayang dan Kecamatan Peranap," ujarnya. 
 
Diungkapkanya, sudah sejak dua bulan terakhir PT RPI masuk membawa belasan alat berat ke kebun warga dengan dikawal aparat baik TNI maupun Polri. Kondisi ini sudah disampaikan kepada Pemkab Inhu, dengan harapan segera menyelesaikan persoalan ini agar tidak terjadi konflik dilapangan. Sebab ada sekitar 1000 warga yang memiliki lahan di areal tersebut. Ungkapnya. 
 
Sementara itu Public Relations PT RPI Abdul Hadi saat dikonfirmasi wartawan menyatakan, bahwa lahan yang diklaim warga Lubuk Batu Jaya adalah areal konsesi PT RPI, berdasarkan izin yang diterbitkan Kementerian Kehutanan RI tahun 2007. "Atas dasar itu, PT RPI melaksanakan penanaman akasia sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang diterbitkan Dinas Kehutanan Provinsi Riau tahun 2016 di areal tersebut," tegasnya. 
 
Ditambahkanya, PT RPI dalam hal ini sebagai pengelola HTI yang diberikan izin oleh negara melalui Kementerian Kehutanan, termasuk dalam penanaman akasia juga berdasarkan RKT yang ditentukan oleh pemerintah melalui Dinas Kehutanan Provinsi Riau.  
 
"PT RPI bukan pemilik lahan, itu lahan milik negara. Sebagai pengelola HTI yang diberikan izin dari pemerintah, kami juga merasa dirugikan dengan adanya klaim lahan oleh warga sehingga dapat menghambat target penanaman akasia yang juga ditentukan oleh pemerintah," jelasnya.  
 
 
teu/rtc/radarriaunet.com