JK Akui Kunci Pilkada DKI Ada di Tangan PDI Perjuangan

Administrator - Sabtu,13 Agustus 2016 - 09:22:05 wib
JK Akui Kunci Pilkada DKI Ada di Tangan PDI Perjuangan
Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai PDI Perjuangan punya peranan kunci di Pilkada DKI 2017. cnn
RADARRIAUNET.COM  - Wakil Presiden Jusuf Kalla berpendapat PDI Perjuangan memegang peranan kunci dalam menentukan arah dan konstelasi politik Pilkada DKI Jakarta 2017.
 
PDI Perjuangan dalam hal ini merupakan partai pendulang suara terbesar di Ibu Kota, namun hingga kini belum juga membulatkan pilihan terhadap bakal calon gubernur DKI 2017-2022.
 
"Ini masalah partai politik. Jadi bergantung partai politik. Khususnya PDI Perjuangan mau ke mana ini?" kata JK di Kantor Presiden, Jumat (12/8).
 
Berdasarkan perhitungan jumlah kursi di DPRD DKI, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai yang dapat mengusung calon kepala daerah sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.
 
Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini belakangan berkoalisi dengan enam partai lainnya dalam Koalisi Kekeluargaan. Koalisi ini terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, PKB, dan PKS.
 
Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno sebelumnya menyatakan partainya belum menutup pintu gandengan kepada bakal calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Opsi dukungan  Ahok masih terbuka dan terus dibicarakan dalam rapat pengurus di tingkatan pusat.
 
Di sisi lain, PDI Perjuangan juga disebut-sebut sedang menyiapkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk maju dan bersaing dengan Ahok pada Februari 2017. Ahok sementara itu telah mengantongi dukungan Partai NasDem, Golkar, dan Hanura.
 
Sejumlah politisi PDI Perjuangan seperti Masinton Pasaribu dan Eva Kusuma Sundari pernah menyatakan keyakinannya mengenai hal itu. Eva, misalnya, sempat menyatakan hanya kejadian luar biasa saja yang mampu menggagalkan keputusan partai untuk mengusung Risma sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
 
Nama lain yang perlu diperhitungkan adalah Djarot Syaiful Hidayat. Meski tidak sebesar dukungan terhadap Risma, namun sosok Djarot masih cukup populer di level elit PDI Perjuangan dan di akar rumput.
 
JK pun enggan menyebutkan preferensi terhadap nama-nama yang beredar itu. "Itu tergantung rakyat Jakarta. Biar terpilih yang terbaik untuk rakyat," ujar dia.
 
 
cnn/radarriaunet.com