Kuwait Sita Senjata yang Diselundupkan dari Iran

Administrator - Rabu,19 Agustus 2015 - 11:27:39 wib
Kuwait Sita Senjata yang Diselundupkan dari Iran
Kuwait telah bersiaga sejak seorang pembom bunuh diri menewaskan 27 orang dalam serangan di masjid Muslim Syiah di ibu kota Kuwait City pada 26 Juni lalu. (FOTO:cnn/Reuters/Jassim Mohammed)

Jakarta, (RRN)-- Kuwait menyita sejumlah besar senjata yang diduga kuat diselundupkan dari Iran pekan lalu.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan pemerintah telah menemukan amunisi, bahan peledak, senjata dan granat di sebuah lubang di bawah rumah di dekat perbatasan Irak. Tiga orang pemilik rumah itu ditahan.

Surat kabar Kuwait, Al-Anba, melaporkan pada waktu itu bahwa senjata itu telah diselundupkan melintasi perbatasan dari Irak untuk digunakan oleh anggota sel kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
•    
Namun koran al-Rai dan al-Qabas, mengutip sumber tanpa nama, melaporkan pada Minggu (16/8) bahwa senjata itu dibawa ke Kuwait melalui laut dari Iran. Mereka mengutip sumber yang mengatakan bahwa informasi terbaru datang dari pengakuan yang dibuat oleh tahanan selama interogasi.

Al-Qabas mengatakan jumlah tersangka yang ditahan bertahan menjadi 13.

"Para tersangka telah mengungkapkan bahwa ada kelompok Iran yang langsung memasok senjata ke Kuwait melalui laut," tulis al-Rai.

Kementerian Dalam Negeri Kuwait menolak untuk berkomentar terkait hal ini.

Media lain, al-Jarida, mengatakan Garda Revolusi Iran telah melatih anggota sel mereka setahun yang lalu, termasuk juga warga dari Arab Saudi dan Bahrain. Pelatihan berkisar pada penggunaan senjata dan bahan peledak, di sebuah pulau di Laut Merah yang tidak disebutkan namanya.

Dilaporkan, para peserta pelatihan telah melakukan perjalanan ke pulau melalui pelabuhan yang dikendalikan oleh kelompok al-Houthi dari Yaman yang didukung Iran dan kini menguasai sebagian wilayah di utara Yaman.

Kuwait, eksportir minyak yang juga sekutu negara-negara Barat, telah bersiaga sejak seorang pembom bunuh diri menewaskan 27 orang dalam serangan di masjid Muslim Syiah di ibu kota Kuwait City pada 26 Juni lalu.

Menteri dalam negeri mengatakan pada Juni mengatakan bahwa Kuwair berperang dengan gerilyawan garis keras, yang menurut pihak berwenang berusaha menyulut perselisihan sektarian. Selama ini, umat Syiah dan Sunni di Kuwait hidup berdampingan.

Hubungan antara Iran dan negara tetangganya di Teluk Arab memburuk karena Teheran dicurigai sedang mencoba untuk memperluas pengaruhnya ke negara-negara Arab termasuk Suriah, Irak dan Yaman. (stu/fn)