Rusia: MH17 Jatuh oleh Bom CIA dari dalam Pesawat

Administrator - Selasa,18 Agustus 2015 - 16:35:49 wib
Rusia: MH17 Jatuh oleh Bom CIA dari dalam Pesawat

MOSKOW (RRN) -- Sebuah klaim baru terkait jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina muncul dari penyidik Moskow, Rusia, Rabu (12/8). Pakar Keamanan Rusia, Sergei Sokolov, yang merupakan ketua organisasi intelegen Analytics and Security mengklaim pesawat jatuh dalam misi CIA untuk mengambinghitamkan Rusia.

"Sekitar dua bulan sebelum tragedi, kami menerima informasi dari agen kami. Provokasi melawan Rusia sedang direncanakan Barat," kata Sokolov. Menurut dia, insiden tersebut adalah misi CIA yang disebut 17.17.

Dikutip dari Express.co.uk, Sokolov mengatakan bom atau perangkat ledak ditanamkan di dalam pesawat tepatnya di bawah panel kendali kokpit. Perangkat lain dimasukkan ke dalam koper di sisi kiri pesawat. Pesawat juga dilengkapi dengan denotator yang bisa diaktifkan dengan sinyal dari satelit.

Sokolov juga menuduh Amerika Serikat mempersiapkan rencana menembakkan misil BUK dari wilayah militer Ukraina yang berdekatan dengan area separatis. Saat kejadian, BUK tidak jadi ditembakan, tapi pesawat tetap meledak karena bom yang ditanam tadi.

Sehari pascainsiden, Solokov mengirim tim ke lokasi kejadian untuk memperoleh sampel dan puing pesawat. "Kami mengirim sampel tersebut pada para ahli dari layanan rahasia FSB, saya bisa tunjukkan laporannya, ternyata pesawat meledak dari dalam," kata dia.

Pernyataan ini muncul beberapa hari seusai penyidik barat mengumumkan penemuan fragmen, yang diduga sistem misil BUK Rusia di lokasi jatuhnya pesawat. Insiden jatuhnya MH17 menewaskan seluruh penumpang dan kru sebanyak 298 orang. (kps/fn)
Tidur di Tenda dan Tidak Dibayar, Karyawan Magang PBB Mundur
Jakarta, (RR)-- Seorang karyawan magang di kantor PBB di Jenewa, Swiss, yang tidak dibayar, David Hyde, mengundurkan diri pada Rabu (12/8), setelah fotonya tidur ditenda karena tidak mampu membayar tempat tinggal di Swiss menjadi sorotan publik.

Hyde, 22, pemuda asal Selandia Baru yang jauh-jauh terbang ke Swiss untuk bekerja sebagai karyawan magang di kantor PBB ini menyatakan bahwa biaya akomodasi di Swiss sangat mahal.

Hyde mendapat sorotan publik ketika sejumlah fotonya yang tengah mengenakan jas rapi, dengan lencana PBB di lehernya, berdiri di samping tenda biru kecil dan matras, beredar di sosial media.

Menurut Tribune de Geneve, Hyde, yang terpaksa berkemah di pinggir Danau Jenewa di dekat kebun raya kota tersebut, kini menerima tawaran akomodasi.

Namun pada Rabu, Hyde dengan kemeja kusutnya berdiri di luar gerbang markas PBB di Eropa dan mengatakan bahwa ia akan mengundurkan diri.

"Saya mengumumkan pengunduran diri saya dari program magang PBB," katanya, dikutip dari The Guardian.

"Ini adalah keputusan saya sendiri, saya memutuskan untuk mengundurkan diri karena saya merasa akan sulit bagi saya untuk fokus ke pekerjaan sebagai karyawan magang pada saat seperti ini," kata Hyde menambahkan. (kps/fn)