Pria Inggris Rebut Pistol Polisi untuk Bunuh Donald Trump

Administrator - Jumat,24 Juni 2016 - 16:31:28 wib
Pria Inggris Rebut Pistol Polisi untuk Bunuh Donald Trump
Seorang pria Inggris ditahan karena mencoba merebut pistol dari petugas kepolisian yang sedang menjaga jalannya acara kampanye Donald Trump untuk membunuhnya. cnn
RADARRIAUNET.COM - Seorang pria Inggris ditahan karena mencoba merebut pistol dari petugas kepolisian yang sedang menjaga jalannya acara kampanye Donald Trump, untuk membunuh calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik itu.
 
Pria 19 tahun bernama Michael Steven Sandford itu ditahan di Hotel Treasure Island, Las Vegas, pada Sabtu (18/6). Dalam dokumen pengadilan yang diberikan pada Senin (20/6), terkuak fakta bahwa Sandford menuturkan kepada agen Secret Service, ia berkendara dari California ke Las Vegas dengan tujuan membunuh Trump.
 
"Sandford mengklaim berencana membunuh Trump sejak setahun lalu, tapi memutuskan untuk beraksi saat ini karena akhirnya ia merasa percaya diri untuk melakukannya," demikian kutipan dokumen pengadilan tersebut seperti dikutip Reuters.
 
Menurut juru bicara Kantor Kejaksaan AS, Natalie Collins, mengatakan bahwa Sandford akhirnya diadili atas tuduhan melakukan aksi kekerasan. Hingga kini, Sandford belum mengajukan pembelaan dan dijadwalkan mengikuti sidang dengar pertama pada 5 Juli mendatang.
 
Rekam pengadilan menunjukkan bahwa Sandford belum pernah menembak dengan pistol sebelumnya. Pada Jumat lalu, ia pergi ke lapangan tembak Battlefield Vegas untuk berlatih menembak. Di sana, ia menembakkan 20 putaran dari pistol Glock 9 mm.
 
Dalam rekam pengadilan itu, Sandford mengatakan kepada penyelidik bahwa jika ia "di jalan lagi esok hari," dia akan mencobanya lagi. Sandford sendiri sudah berada di AS sejak 1,5 tahun lalu. Selama ini, ia tinggal di Hokoben, New Jersey. 
 
 
stu/fn/radarriaunet.com