ANUGERAH KESEMPATAN KEDUA

Administrator - Kamis,14 April 2016 - 18:28:39 wib
ANUGERAH KESEMPATAN KEDUA
Ilustrasi. Passionateheintje.blogspot.com
Bacaan: Yunus 3:1-10
Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya… (Yunus 3:1)
 
Bacaan setahun: : 2 Samuel 10-12
 
Tak jarang “pengenalan kanak-kanak” kita akan Allah terus melekat di benak kita walau kita sudah dewasa secara usia. Bahwa Allah itu bagaikan penguasa yang penuh wibawa, perkasa, yang keras dan tak terbantahkan. Segala perintah-Nya pantang untuk ditawar, ditunda, atau diabaikan. Sekali saja kita berani tidak menaati perintah-Nya, pasti kita akan disikat habis! 
 
Namun, jika kita mendalami kitab Yunus, kita akan tercengang. Ternyata Allah itu panjang sabar dan besar kasih setia-Nya (bdk. Yun. 3:10; 4:2, 11)! Bayangkan, Yunus, seorang nabi, seharusnya memiliki kedekatan dan ketaatan lebih dari orang kebanyakan. Nyatanya, ia gagal. Dengan sadar ia melarikan diri menjauhi Allah. Yunus mengabaikan tugas panggilan-Nya untuk memberitakan maksud Allah kepada bangsa Niniwe. 
 
Dengan penuh kesabaran, Allah menyelamatkan Yunus. Melalui seekor ikan besar Allah membawa Yunus kembali pada panggilan hidupnya, yakni ke Niniwe, bukan ke Tarsis (2:10). Dan, “datanglah firman Tuhan kepada Yunus untuk kedua kalinya”, menunjukkan bahwa kemurahan Tuhan sungguh tiada habisnya. Tuhan memberi kesempatan baru. Seperti ungkapan Yeremia: “Selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu” (Rat. 3:23).
 
Sebagai hamba dan anak Tuhan, kita bisa gagal dalam mengiring dan menaati perintah-Nya. Namun, selalu tersedia anugerah kesempatan kedua dari Dia, agar kita bangkit dan kembali pada jalan ketaatan. Ke Niniwe, itu yang Tuhan mau. Bukan ke Tarsis, seperti yang kita mau. Bersediakah kita menerima kesempatan yang kedua?—SST
 
SELALU TERSEDIA ANUGERAH KESEMPATAN KEDUA,NAMUN JANGANLAH MENYIA-NYIAKAN KEMURAHAN-NYA
 



Berita Terkait