Wabup Minta Disperindag Pantau Minyak Tanah Oplosan

Administrator - Senin,05 Oktober 2015 - 10:19:50 wib
Wabup Minta Disperindag Pantau Minyak Tanah Oplosan
Wabup Rohil, Erianda, mendatangi RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi, menjenguk dan melihat kondisi M Syafei, bocah yang terbakar akibat lampu minyak teplok yang menyambar tubuhnya. (foto : humas)

BAGANSIAPIAPI (RRN) - Wakil Bupati Rokan Hilir, Erianda, meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk segera melakukan sidak, terkait dugaan minyak tanah oplosan yang beredar di daerah itu. "Jangan banyak diam di kantor, turun ke lapangan dan pantau minyak tanah yang bercampur benzsn itu, karena persoalan ini sudah meresahkan masyarakat," ujar Erianda, usai mengunjungi M Syafei (3), bocah tiga tahun yang terbakar diduga akibat minyak tanah oplosan.


Erianda mengaku prihatin melihat kondisi M Syafei yang terbakar akibat lampu minyak teplok yang menyambar tubuhnya. Untung saja korban selamat dari peristiwa itu. Bahkan, ibunya Syariah (28), juga mengalami luka bakar, namun tidak separah anaknya. "Kita akan koordinasi pihak Bagian Bina Kesra Sekdakab Rohil, bagaimana mengatasi hal tersebut. Tapi yang jelas Pemkab Rohil tidak akan tinggal diam dan menyelesaikan semua persoalan hingga tuntas," kata Erianda.


Sebelumnya, kejadian berawal dari mati lampu yang terjadi, Selasa (29/9), sekitar pukul 20.00 WIB di kediamannya.  Saat itu, Rusli (30), ayah korban, bekerja sehari-hari sebagai nelayan sedang membuat Bubu Ikan di rumahnya. Tanpa ada angin dan hujan, lampu tiba-tiba mati.

Melihat ayahnya bekerja dalam kondisi gelap gulita, sang ibu, Syariah, mengambil lampu minyak dan meminta anaknya untuk mengambil mancis. "Ambil mancis nak, ayah lagi kerja, kasihan gelap," kata Rusli, seraya menirukan ucapan istrinya.


Setelah menyalakan mancis, api langsung menyambar membuat lampu minyak teplok meledak mencapai tiga meter dan membakar sekujur tubuh anak dan istrinya.  Rusli pada saat itu langsung berlari sambil menggendong anaknya dan terjun ke parit depan rumah yang jaraknya sekitar lima meter dari kamar dengan ke dalaman setengah meter. "Saat itu saya sudah tidak punya akal lagi, karena api yang ada di tubuh anak saya menyala begitu besar, makanya saya bawa dan langsung lompat ke dalam parit," jelasnya, dengan haru.


Rusli merasa heran dengan api yang menyambar dari lampu minyak, bahkan ia tidak mau menduga kalau isu yang beredar adanya minyak tanah yang bercampur bensin.  "Memang ada saya dengar isu itu, tapi kita tidak mau menuduh sembarangan yang jelas kejadian ini sudah nasib kami," katanya. (hum)