Sebut Harga Kebutuhan Pokok Aman

Warga Pekanbaru Bantah Pernyataan Mendag

Administrator - Senin,26 September 2022 - 20:04:44 wib
Warga Pekanbaru Bantah Pernyataan Mendag
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat melakukan peninjauan ke Pasar Cik Puan. Foto: CPL

RADARRIAUNET.COM: Warga Pekanbaru membantah pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat melakukan peninjauan ke Pasar Cik Puan.

Dalam kunjungannya tersebut, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan bahwa untuk harga kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru sudah stabil.

Pernyataan itu dibantah Oni Warga Panam Pekanbaru menanggapi pernyataan Mendag Zulkifli Hasan.

"Untuk harga beras naik kok, siapa bilang aman. Ini saya biasa beli topi koki sekilo dapat Rp12.000 sekarang malah menjadi Rp13.500 perkilonya. Itu lumayan juga naiknya," ujarnya.

Ia mengatakan dalam satu keluarga dirinya ada tiga orang. Dengan kenaikan harga harga beras ini tentu akan menambah biaya pengeluaran.

"Ya tinggal kalikan saja kalau beli 2 kilo berarti saya harus mengeluarkan uang lebih Rp3.000 dibandingkan dengan sebelumnya. Kalau beli lebih banyak tinggal ditambahkan saja," ungkapnya.

"Bagi Pak Menteri mungkin sedikit naiknya, namun bagi saya, orang yang biasa-biasa saja ya pening juga," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Fatimah, warga Jalan Muhajirin Panam. Diakuinya jika saat ini untuk harga minyak juga masih terpantau tinggi.

"Kemarin saya baru beli minyak goreng ukuran 2 liter, harganya masih tinggi. Untuk merek Bimoli itu harganya tinggi, hampir menyentuh Rp40.000 untuk 2 liternya," sebutnya.

Kemudian untuk harga ayam juga masih tinggi, bahkan mengalami kenaikan. "Ayam sekarang ini Rp25 ribu sekilonya. Dan ini terus naik harganya. Kayak mana kok dibilang aman. Aman apo? Masih mahal," kesalnya.

Saat ini memang harga sebagian kebutuhan pokok di wilayah setempat sudah mengalami penurunan. Namun sebagian lainnya masih terpantau cukup tinggi.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, untuk hari ini harga beras premium justru mengalami kenaikan. Beras Belida dari harga pekan lalu Rp12.500 perkilogram ini malah naik menjadi Rp13.500 perkilogram.

Selanjutnya harga beras topi koki dari Rp12.000 kini mengalami kenaikan juga menjadi Rp13.500 perkilogram.

Kemudian untuk harga ayam potong pekan ini juga mengalami kenaikan Rp2.000 perkilogramnya. Sebelumnya harga ayam ras Rp23.000 perkilogram kini menjadi Rp25.000 perkilogramnya.

Selanjutnya untuk harga cabai rawit juga minggu ini mengalami kenaikan hingga Rp6.000 perkilogramnya. Sebelumnya harga cabai rawit Rp50.000 perkilogram kini menjadi Rp56.000 perkilogram.

Untuk harga cabai merah saat ini Rp56.000 perkilogram. Untuk harga ini memang sudah mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang mencapai Rp100 ribu lebih. Namun harga ini masih terpantau tinggi jika dibandingkan dengan sebelum ada lonjakan harga cabai sebelumnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi Riau, Senin 26 September 2022.

Mengawali kunkernya di Riau, Mendag Zulkifli langsung melakukan peninjauan ke Pasar Cik Puan, Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, Riau.

Dalam peninjauan pasar tersebut, Menteri Perdagangan didampingi oleh Pj Walikota Pekanbaru Muflihun dan Kepala Disperindagkop UKM Provinsi Riau M Taufiq OH beserta jajaran.

Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa peninjauan ke Provinsi Riau ini dirinya merasa senang sekali, karena Kota Pekanbaru masih konsen terhadap bahan pokok.

"Di sini saya bersyukur, senang sekali karena ada Pak Walikota kita yang konsen terhadap bahan pokok stabil. Harga bawang stabil Rp30 ribu yang bagus ayam Rp35 ribu, kemudian cabai 50 ribu per kilogram, stabil itu ya," katanya.

"Riau ini doyan cabai, tapi harganya Rp50 ribu cuma sekilonya. Kemudian harga telur Rp27 ribuan, sedangkan untuk beras yang premium naik sedikit," tambahnya.

Namun dengan naiknya harga beras premium, Mendag tetap bersyukur karena Bulog Riau memiliki subsidi beras medium dengan stok 5 Kg per karungnya.

"Karenanya tadi Bulog turun dengan harga yang tetap dan beras kalau masyarakat keberatan cari yang beras Bulog, kita akan selalu subsidi. Kami bisa bersubsidi selisihnya seperti jagung dan kedelai. Jadi beras tak usah khawatir yang dari Bulog harganya tetap, tapi kalau brand yang mereknya macam memang itu ikut harga pasar," paparnya.

Sedangkan untuk beras Bulog, sebut Zulkifli Hasan, harganya tetap di berbagai tempat di drop sekarang disediakan dengan harga Rp9.950 per kilogramnya.

"Jadi tidak usah khawatir, kalau tidak mau harga yang premium, ada beras Bulog harganya Rp9.950 per kilogram. Insya Allah bahan pokok di Riau cukup dan harganya terjangkau," tukasnya.

RR/CAKAPLAH