Aturan Zonasi Sekolah Pekanbaru Disebut Menyakitkan Siswa Didik

Administrator - Senin,06 Juli 2020 - 16:53:14 wib
Aturan Zonasi Sekolah Pekanbaru Disebut Menyakitkan Siswa Didik
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru. Foto: Ir Nofrizal MM

RADARRIAUNET.COM: Banyak persoalan yang muncul saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terutama mengenai Petunjuk Teknis (Juknis) Zonasi. Persoalan yang mendasar saat ini mengenai mudahnya sekolah menerima Surat Domisili untuk PPDB.

Dilansir Beritariau.com, Ir Nofrizal MM, mengatakan, kebijakan sepihak sekolah yang menerima surat keterangan domisili dalam sistem zonasi PPDB menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Menurutnya, sistem zonasi dan surat keterangan domisili, menyakitkan bagi masyarakat terutama orang tua yang memasukkan anaknya ke sekolah saat tahun ajaran baru. Apalagi katanya, ada anak yang belajar giat lebih tinggi, namun tidak diterima karena jauh dari zonasi tempat tinggal.

"Bahkan dengan selembar kertas zonasi, mengalahkan siswa yang mempunyai kemampuan tinggi. Domisili boleh, tapi melibatkan Disdukcapil. By name by NIK. Tinggal teken NIK ketahuan tinggal dimana," Kata Nofrizal.

Munculnya polemik ini menurutnya, tentu menimbulkan dampak psikologis bagi anak didik. Dia khawatir, kedepan anak-anak menjadi depresi dan enggan untuk belajar.

"Dinas pendidikan harus serius menyikapi ini. Kalau ini terus terjadi, kompetisi terhadap murid kita ini jadi berkurang. Mereka punya nilai tinggi tapi tidak terakomodir di sekolah favorit. Domisili itu bisa dibuat, hari ini dibuat sudah sah anak kita sekolah," cetusnya.

Dia berharap, persoalan zonasi ini di tahun berikutnya bisa dilakukan evaluasi. Termasuk saat ditanya masalah daya tampung, menurut Politisi PAN ini, jika diterapkan pembangunan sekolah baru, tidak akan mungkin terealisasi karena berkaitan dengan kemampuan keuangan daerah.

"Kita harus menggandeng pihak swasta juga supaya meningkatkan prestasi sekolah. Karena tidak semua orang bisa di sekolah negeri," tutupnya. RRN/BRC/SMR