Hidup Bersyukur

Administrator - Jumat,08 November 2019 - 11:42:09 wib
Hidup Bersyukur
Ilustrasi

Mazmur 65: Bersyukur agaknya menjadi hal yang langka dan sulit dilakukan hari ini. Manusia lebih suka menuntut dan menganggap bahwa seharusnya Tuhan memberkati. Melalui mazmur ini, Daud mengajarkan bahwa bersyukur itu sudah selayaknya dilakukan.

Mazmur ini terdiri atas tiga bagian: Pertama, puji-pujian kepada Allah yang mendengar doa. Umat memasyhurkan Allah di Sion. Mereka datang kepada Allah (2-3). Di hadapan Allah, pemazmur sadar akan keberdosaannya dan Tuhan mengampuninya (4), lalu pemazmur memuji Allah: "Berbahagialah orang yang Kaupilih, yang Kaupanggil untuk diam di rumah-Mu (5).

Allah telah memilih umat-Nya, namun mereka dapat jatuh ke dalam dosa. Dalam hal ini, kasih setia Tuhan lebih besar dari keberdosaan manusia. Karena itu, Tuhan mengampuni, memulihkan, dan tetap memberkati umat-Nya.

Kedua, pemazmur memuji Allah karena perbuatan-Nya yang dahsyat (6-9). Kedahsyatan itu dilakukan Tuhan dalam keadilan dan keperkasaan. Dari Sion, Allah mencurahkan berkat-Nya kepada semua orang. Mereka dipuaskan dengan segala hal yang baik. Karena itu, semua bangsa berharap kepada Tuhan.

Ketiga, Tuhan memberkati ladang dan ternak (10-14). Tuhan memelihara tanah dengan hasil yang melimpah dan Ia memberkatinya. Tuhan menurunkan hujan sehingga padang rumput menjadi subur dan menghasilkan buahnya dengan limpah. Pemazmur menyatakan bahwa semua ini karena berkat Allah.

Pemazmur mengakui kuasa Allah nyata atas segala sesuatu. Allah menopang dan menyuplai semua kebutuhan umat-Nya. Sudah seharusnya mereka bersyukur. Selayaknya sorak-sorai dan nyanyian syukur dinaikkan bagi Allah. Naikkanlah nyanyian syukur karena berkat Allah. Pujilah nama-Nya. Allah menyukai ucapan syukur umat-Nya. Apakah dari mulut kita lebih sering keluar keluhan atau syukur kepada Tuhan?

Doa: Kami bersyukur karena Engkau memberkati tanah sehingga mengeluarkan hasil untuk dinikmati semua ciptaan-Mu. [CVSN]




Berita Terkait