Allah yang Kupercaya

Administrator - Rabu,30 Oktober 2019 - 12:06:20 wib
Allah yang Kupercaya
Ilustrasi

MAZMUR 56: Kita membutuhkan iman yang besar saat menantikan pertolongan Tuhan. Alkitab membuktikan bahwa penantian orang beriman tidak pernah berakhir sia-sia. Usaha memercayai Tuhan akan selalu berujung manis.

Daud ditangkap oleh orang Filistin di Gat. Saat itu, ia tengah melarikan diri. Ia sedang mencari tempat perlindungan dari kejaran Saul beserta tentaranya. Ini seperti keluar dari kandang singa, masuk ke mulut buaya. Daud merasa tidak ada tempat aman baginya.

Ayat 2-5 berisi permohonan Daud akan pertolongan Allah. Sebab, ke mana pun dia pergi selalu saja ada musuh yang memeranginya. Akan tetapi di saat yang sama, ia tetap percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkannya. Keyakinan ini menghilangkan rasa takutnya. Karena itulah ia berkata, "Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" Bagi Daud, orang yang berbuat jahat kepadanya akan mendapat balasan dari Allah. Sebab, Allah tahu kesusahan yang dialaminya dan Ia adalah Allah yang adil (8, 10). Pertolongan baginya belum datang secara nyata. Namun, imannya mengatakan bahwa pertolongan dari Allah sedang datang bahkan sudah datang (14). Setelah kesusahannya lewat, ia akan membayar nazarnya kepada Allah (13).

Jika berada pada posisi Daud, pasti kita tidak mudah untuk tetap percaya kepada Allah. Belum selesai satu masalah, muncul lagi masalah lain telah mengintip di depan pintu. Berbagai masalah itu siap mendesak masuk dan menggerogoti jiwa kita.

Akan tetapi, dari peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan itulah kita akan melihat Allah. Kita akan melihat bagaimana Allah bekerja, mengenali-Nya, dan belajar untuk tetap percaya. Perjalanan ini memang tidaklah mudah sebab kepercayaan penuh kepada Allah memerlukan sebuah proses panjang. Rasa percaya kepada Allah bertumbuh lewat pengenalan kita akan Dia, baik melalui firman-Nya atau dari pengalaman bersama Dia.

Doa: Tuhan, bawa kami untuk lebih mengenal-Mu agar kami semakin tahu siapa Allah yang kami percaya. [IT]




Berita Terkait