Pj Walikota Dumai: Bidan Berperan Dukung Pembangunan Kesehatan

Administrator - Selasa,08 September 2015 - 11:40:21 wib
Pj Walikota Dumai: Bidan Berperan Dukung Pembangunan Kesehatan
FOTO: riauterkini

Pj Walikota Dumai Arlizman Agus, mengatakan kebaradaan bidan urut serta mendukung pemerintah dalam program pembangunan kesehatan. Selain itu bidan terus berkiprah memberikan pertolongan persalinan bagi ibu dan anak.

DUMAI (RRN) - Penjabat Walikota Dumai Arlizman Agus, mengatakan bahwa kebaradaan bidan ditengah-tengah masyarakat sudah turut serta mendukung pemerintah dalam program pembangunan bidang kesehatan. Selain itu bidan terus berkiprah memberikan pertolongan persalinan bagi ibu dan anak.

"Secara langsung keberadaan bidan sudah membantu pemerintah dalam mendukung program kesehatan. Oleh sebab itu, keberadaan bidan ditengah-tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan, kehamilan dan melahiran dapat ditingkatkan kembali," harap Arlizman, kepada bidan di Kota Dumai, Sabtu (5/9/15).

Bukan itu saja, Arlizman juga mengatakan, bidan diharapkan bisa mampu bekerja profesional dalam rangka menekan angka kematian ibu dan anak saat proses melahirkan. Dengan penekanan itu, kinerja bidan di Kota Dumai secara tidak langsung sudah maksimal dan profesional menjalankan tugasnya.

"Meski secara umum program yang dibuat sudah bagus, namun saya sangat memperhatikan para lulusan bidan banyak yang belum mengaplikasikan disiplin ilmunya melalui praktek pelayanan masyakat. Oleh karena itu, saya minta hal seperti ini untuk dibuang jauh-jauh dan bekerja secara profesional," katanya.

Penjabat Walikota Dumai ini juga meminta kepada Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Dumai, bisa memperhatikan para lulusan bidan agar bekerja serta dapat mengimplementasikan apa yang didapatkan selama kuliah di bidang kebidanan tersebut di tengah-tengah masyarakat.

"Kan kasihan sudah lama menyandang pendidikan kebidanan, tapi tidak diaplikasikan ilmunya. Makanya, saya minta kepada ketua IBI agar dapat memperhatikan lulusan bidan ini. Ya, mungkin bisa mereka bekerja di bidan praktek mandiri, bahkan jika perlu mereka ini bisa berstatus PNS," ucapnya.

Sementara Ketua IBI Cabang Dumai Dona Fitri Ilhi AMd Keb SKM, mengatakan keberadaan IBI ditengah masyarakat sangat penting dalam kerangka menolong persalinan ibu dan anak yang berimplikasikan terhadap angka kematian ibu dan bayi. Meski pun ada bidan desa, namun mayoritas yang memberikan pelayanan jasa kesehatan itu bidan praktek mandiri.

"Melalui wadah IBI inilah nantinya dilakukan pengawasan terhadap jasa yang sudah diberikan kepada masyarakat. Disamping itu, IBI senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan mitra kerja demi kesempurnaan pelayanan kepada masyarakat di Kota Dumai," ucap Dona, pada acara peringatan HUT IBI yang ke 64 tahun 2015.

Dijelaskannya, saat ini tercatat 438 bidan yang sudaf terdaftar di IBI yang terdiri dari 18 Ranting yang sudah memiliki legalitas izin praktek. Diharapkan, dengan banyak bidan di daerah ini bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan pemerintah daerah dalam melayani kesehatan. (had/fn)