Kinerja Buruk, Satgas Udara Tegur Keras Pilot Rusia

Administrator - Selasa,08 September 2015 - 11:17:58 wib
Kinerja Buruk, Satgas Udara Tegur Keras Pilot Rusia
Satgas Udara Tim Siaga Darurat Karlahut Riau menegur keras pilot Rusia karena bekerja tanpa site plan. Kecerobohannya bisa menyebabkan konflik di udara. (foto :riauterkini)

PEKANBARU (RRN) - Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin yang tergabung dalam Tim Siaga Darurat Karlahut Riau menegur keras pilot pesawat Air Tractor asal Rusia, karena bekerja tanpa site plan. Tidak hanya itu, keberadaan pesawat itu juga akan dikembalikan ke Kemen LHK karena dianggap tidak efektif dan efesien dalam melakukan pemadaman.

 

"Dia (pilot Rusia) kemarin terbang tak membuat site plan. Langsung saya tegur keras. Tidak itu saja, dia juga terbang bukan ke tempat yang dituju, tapi terbang ke titik heli kamov yang melakukan pemadaman. Inikan bisa terjadi konflik di udara," kata Tim Satgas Udara Kapten Yudi Ameriza, saat melaporkan evaluasi harian penanggulangan siaga darurat asap di Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (7/9/15).


Tim Satgas Udara ini mengaku heran dengan kinerja sang pilot. Belum lagi efektivitas dan efisiensi pesawat tersebut juga dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan untuk melakukan pemadaman Karlahut yang terjadi di Riau. Apalagi areal pemadaman yang dilakukan cukup luas. Belum lagi persoalan tekhnis seperti jarak pandang akibat ketebalan asap, hingga kemampuan membawa air untuk melakukan pemadaman dari udara.


Tim Satgas Udara ini bahkan sempat menyatakan keberadaan pesawat air tractor sepertinya cocok untuk menabur pupuk di perkebunan. "Mungkin kalau naburin pupuk bisa," papar Yudi.

 

Kekecewaan tim Satgas Udara tersebut langsung didukung Danrem 031/WB Brigjend TNI Nurendi yang juga selaku Ketua Tim Satgas Karlahut di Riau. Menurut Danrem, jika memang dianggap tidak efektif dan efisien lebih baik dipulangkan saja ke Kemen LHK, pihak yang memberi bantuan.


"Tidak usah dipikirkan lagi, kembalikan saja, titik," tegas Danrem setelah mendengarkan paparan Tim Satgas Udara Kapten Yudi Ameriza yang mengaku kecewa atas kinerja pesawat air tractor yang dinilai sangat terbatas dalam melakukan pemadaman.


Danrem justru menilai, kinerja helikopter yang saat ini terus disiagakan memang jauh lebih efektif. Pasalnya, kelebihan pada helikopter sangat banyak dibanding pesawat air tractor. Misalnya, satu helikopter seperti Kamov dan Sikorsky mampu membawa air hingga 4 hingga 5 ton. Sementara Air Tractor lebih sedikit. Kemudian di dalam keterbatasan jarak pandang, helikopter bisa mengubah arah jika ada sesuatu yang membahayakan di depannya, sedangkan Air Tractor tidak, belum lagi prosedur minimal jarak pandang yang diperbolehkan terbang minimal 1.500 meter. (teu/rtc)