4.500 Personel Gabungan Amankan Kedatangan Jokowi

Administrator - Senin,16 September 2019 - 16:50:52 wib
4.500 Personel Gabungan Amankan Kedatangan Jokowi
Presiden Joko Widodo.cakaplah.com pic

PEKANBARU : Sebanyak 4.500 personel gabungan disiapkan untuk pengamanan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Riau, hari ini, Senin (16/9/2019). Jokowi dijadwalkan datang ke Bumi Lancang Kuning untuk membahas upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk kegiatan pengamanan VVIP hari ini kita gelar sekitar 4.500 sekian. Khusus di objek-objek digelar 2.000 di sepanjang rute dan tempat-tempat yang terbakar," ujar Danrem 031 Wirabima, Brigjen TNI Mohammad Fajar seperti sitat cakaplah.com, Senin (16/9/2019).

Personel itu sudah menggelarkan pasukan dan siap di tempat-tempat yang telah ditentukan. "Mereka siap masuk ke posisi-posisi pengamanan," kata Fajar.

Terkait kedatangan Jokowi sore ini, Fajar belum bisa memastikannya. Apalagi saat ini, kegiatan orang nomor satu di Indonesia itu tinggi tapi tim tetap siap menyambut kedatangan Jokowi ke Riau.

"Dinamika tinggi di Jakarta dan kita siap di sini, jam berapa pun kita siap. Tahu tugas masing-masing sehingga tidak ada kesalahan prosedur dalam pengamanan," ujar Fajar.


Dia mengimbau agar personel tetap waspada dan siap tugas yang akan dikalankan dalam pengamanan nanti. "Tahu prosedur hingga tidak ada kesalahan dalam pengamanan nanti," ingat Fajar.

Informasi kedatangan Jokowi sudah berhembus sejak Ahad (15/9/2019). Paspampres juga dikabarkan sudah melakukan rapat tertutup dengan pihak pengamanan dan stakeholder lain untuk menyambut kedatangan Jokowi terkait pembahasan Karhutla.

Fajar menambahkan, untuk penangkapan Karhutla di Riau sudah ada 6.400 personel gabungan. Mereka masih terus melaksanakan penanggulangan Karhutla di sejumlah daerah di Riau.

"Di sana ada titik yang menyala ada juga pendinginan. Kalau pendinginan banyak sekali kesulitan, gambut tidak seperti lahan mineral, ada pemadaman permukaan dan bawah permukaan," tuturnya.

Dia menegaskan umumnya di Riau kondisi titik asap dan api jauh menurun dibandingkan dengan Jambi, Sumsel dan Kalimantan.

"Asap di Pekanbaru terakumulasi dari selatan. Kalau kita terbang kabut di Pekanbaru ini bukan hanya dari Riau," paparnya.


RRN/CKP