Perbaiki Jalan Rusak Perlu Rp10 M Lagi

Administrator - Kamis,21 Maret 2019 - 10:58:23 wib
Perbaiki Jalan Rusak Perlu Rp10 M Lagi
Indra Pomi

PEKANBARU: Jalan-jalan rusak di Kota Pekanbaru hingga kini masih menunggu penanganan dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dengan dana hanya Rp12 miliar. Jika potensi penambahan anggaran terbuka, diperkirakan perlu penambahan sekitar Rp10 miliar lagi.

Pemko Pekanbaru hanya mengalokasikan anggaran Rp12 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2019 untuk perbaikan jalan rusak di tengah kota. Angka ini hanya sekitar 2,8 persen dari Rp435 miliar yang dikelola Dinas PUPR Kota Pekanbaru. Di lain sisi, penyelesaian perkantoran Tenayan Raya milik Pemko Pekanbaru berada di angka sekitar Rp140 miliar atau berkisar seperempat dari anggaran dinas tersebut untuk pengerjaan tiga paket pekerjaan dengan skema tahun jamak.

Akibat anggaran yang minim ini, hanya tiga jalan yang akan dilakukan pengaspalan ulang (overlay) yakni Jalan Pemuda, Darma Bakti dan Suka Karya. Sisanya hanya dilakukan tambal sulam berdasarkan pemantauan lapangan laporan masyarakat yang masuk.

Jalan rusak ini sendiri kemudian menjadi sorotan masyarakat. Disorot, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT berjanji akan menambah anggaran di APBD Perubahan 2019.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution saat dikonfirmasi, Rabu (20/3/2019) saat ditanyakan penambahan anggaran yang disebut Wako ini mengaku akan melihat ketersediaan anggaran. ’’Mungkin nanti kami lihat kemampuan keuangan,’’ kata dia.

Berapa keperluan untuk penambahan anggaran di APBD perubahan ini, Indra Pomi belum bisa memastikan. ’’Kalau kami perlunya banyak, kalau bisa sampai Rp10 miliar. Tapi kami hitung dulu lah,’’ imbuhnya.

Di Pekanbaru, penanganan tambal sulam sendiri juga dikeluhkan oleh masyarakat. Karena ketahanan jalan yang diperbaiki hanya sebentar. Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution berdalih Pemko Pekanbaru tak memiliki anggaran yang kuat untuk mengaspal ulang seluruh jalan rusak. ‘Kami kalau untuk overlay tidak ada uangnya.  Kami sebenarnya mau overlay di tengah kota, tapi kan mahal.  Satu kilometer  minimal Rp2 miliar. Kalau fullbase mungkin lebih mahal lagi,’’ singkatnya.

Dia sebelumnya juga menyebut kecil kemungkinan adanya penambahan anggaran untuk perbaikan jalan-jalan rusak di Kota Pekanbaru. Ketidakmampuan menjadi alasan. ’’Kami tidak bisa masukkan anggaran banyak-banyak, kami tidak mampu juga mengerjakannya,’’ kata Indra Pomi.

RRN/RP