SBY Minta Kritik Konstruktif Tidak Dipidanakan

Administrator - Sabtu,29 Agustus 2015 - 10:41:04 wib
SBY Minta Kritik Konstruktif Tidak Dipidanakan
Ketua Umum PD SBY saat berpidato di depan ratusan kader partai / foto:mtvn

Cipanas (RRN) - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan instruksi tegas kepada seluruh pengurus Partai Demokrat. Demokrat akan berupaya membantu pemerintah dalam membangun ekonomi nasional.

"Kita akan memberikan saran, kritik konstruktif apabila diperlukan. Kalau mengkritik konstruktif, jangan dipidanakan. Membantu negara dan pemerintah dalam membangun ekonomi nasional. Kita yang dipusat memantau," kata SBY dalam sambutannya di Rapat Pleno Partai Demokrat di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (28/8/2015).

Partai Demokrat, lanjutnya, menetapkan tiga hal dalam rangka membangun negara dan pemerintahan. Sejak malam ini semoga sudah bisa dilaksanakan. Sekjen dan timnya bisa memantau di seluruh Tanah Air implementasi instruksi saya malam ini.

"Bagi FPD (Fraksi Partai Demokrat) DPR RI pastikan APBNP 2015 dan APBN 2016 kelak, tepat, realistik dan berorientasi pada pemulihan ekonomi nasional. Kalau ternyata tidak tepat, tidak realistik, tidak berorientasi, harus berani menyatakan FPD tidak setuju. Lakukan itu. Rakyat akan senang lihat Partai Demokrat. Dan sebaliknya, kalau sudah oke, ya dukung," ungkap dia.

Ketika melakukan rapat kerja dengan kementerian, SBY meminta agar FPD tidak melayani permintaan pendanaan infrastruktur dari APBN. SBY mengaku paham, bahwa infrasktruktur adalah segalanya untuk suatu negara. Namun yang perlu diprioritaskan adalan perlindungan sosial untuk rakyat.

"Infrastruktur memang mahapenting. Tapi jangan semua dari APBN. Ajak dari swasta dan BUMN. Kalau semua dari situ, bantuan untuk rakyat, kecil sekali," ucap dia.

Untuk kader Partai Demokrat yang saat ini menjadi kepala daerah baik di tingkat provinsi, kota atau kabupaten, SBY ingin mereka tetap memantau pertumbuhan ekonomi. SBY sadar di masing-masing daerah memiliki permasalahan yang beragam. "Prioritaskan pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, pencegahan kemiskinan, berikan bantuan ke rakyat miskin. Pemerintahan ini pemerintahan kita. Bukan hanya pemerintahan yang mengusung Pak Jokowi kemarin jadi presiden. Kita juga bagian dari negara. Itu juga pemerintahan kita," imbuh SBY. (mtvn/n)