Megawati: Saya Prihatin Situasi Negeri Ini

Administrator - Jumat,28 Agustus 2015 - 10:16:25 wib
Megawati: Saya Prihatin Situasi Negeri Ini
Harian Pagi Radar Riau.

JAKARTA (RRN) - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku tak habis pikir dengan polemik calon tunggal yang kini menjadi persoalan dalam penyelenggaraan pilkada serentak 2015. Menurut dia, persoalan itu bukanlah persoalan substansial.

 

"Kadang saya prihatin dengan situasi negeri ini, kenapa persoalan substansial selalu nuansanya dikalahkan dengan hal teknis. Yang mestinya gampang malah jadi rumit, ruwet. Saya sampai geleng-geleng kepala," kata Megawati di Kantor DPP PDI Perjuangan, Kamis (27/8/2015).


Menurut dia, substansi pilkada yang seharusnya diperhatikan KPU ialah bagaimana memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya. Dengan adanya persoalan itu, kesempatan masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya berpotensi mundur.

 

"Katakan seperti di Kota Surabaya, Bu Risma telepon saya, 'Bu, bagaimana nanti kalau saya tidak ada lawan. Masa saya disuruh tunggu sampai 2017'. Saya bilang agar taat aturan walaupun menurut saya aturan opo iku," ujarnya.


Ia menambahkan, polemik calon tunggal ini juga meninggalkan persoalan lain. Daerah yang tidak dapat mengikuti pilkada serentak pada Desember 2015 harus dipimpin oleh pelaksana tugas.


Sementara itu, pelaksana tugas tidak bisa menandatangani sejumlah kebijakan strategis yang menyangkut persoalan masyarakat. "Sehingga (pembangunan) daerah itu dalam tanda kutip akan berhenti," ujar Megawati.


Megawati sebelumnya mengaku sempat meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk mengatasi sejumlah daerah yang terancam tidak bisa menggelar pilkada serentak pada 2015 karena tidak memiliki lebih dari satu pasang calon.

 

Permintaan ini disampaikan Megawati saat Risma terancam tidak bisa maju dalam Pilkada Surabaya 2015 karena tak memiliki lawan. Risma maju bersama wakilnya, Wisnu Sakti Buana. Namun, Jokowi menolak permintaan Megawati itu. Jokowi, kata Megawati, khawatir nantinya perppu justru ditolak oleh DPR.  (teu/kcm)