33 Turis Terjebak di Kereta Gantung di Pegunungan Alpen, Situasi Menegangkan

Administrator - Rabu,14 September 2016 - 13:46:19 wib
33 Turis Terjebak di Kereta Gantung di Pegunungan Alpen, Situasi Menegangkan
ilustrasi. dtc

RADARRIAUNET.COM - Penyebab terhentinya kereta gantung di Pegunungan Alpen wilayah Prancis belum diketahui. Situasi sangat menegangkan, para turis yang masih terjebak di atas kereta gantung terpaksa bermalam di tengah cuaca ekstrem, menunggu untuk diselamatkan.

"Saat-saat terakhir terasa sangat, sangat lama," tutur salah satu turis yang menjadi korban insiden ini kepada radio lokal France Bleu Pays de Savoiedan dilansir AFP, Jumat (9/9/2016).

"Kami menghubungi pihak perusahaan (Mont-Blanc Company), yang menjelaskan kepada kami bahwa ada tiga kabel (kereta gantung) yang saling terjerat dan hanya ada satu (kabel) tersisa untuk tapi mereka tidak mampu melakukannya," imbuhnya seraya menyebutkan situasi sangat menegangkan.

"Mereka berusaha mengevakuasi kami tapi situasinya sangat sulit. Saya harus menutup mata saya cukup lama dan mencoba memikirkan hal lainnya," ucapnya.

Dituturkan CEO Mont-Blanc Company, Mathieu Dechavanne, yang mengelola kereta gantung ini, kabel-kabel kereta gantung itu saling menjerat karena alasan yang tidak diketahui. Namun diduga faktor angin kencang turut berkontribusi dalam insiden ini.

Para staf tidak mampu memperbaiki masalah kereta gantung ini, sehingga diputuskan untuk dilakukan evakuasi segera. Namun cuaca buruk menghambat proses evakuasi yang melibatkan empat helikopter dari otoritas Prancis dan juga Italia.

Awalnya, terdapat 110 orang di dalam sejumlah kereta gantung yang menghubungkan Aiguille du Midi di sisi wilayah Prancis dengan Pointe Helbronner yang ada di perbatasan Italia itu. Sekitar 77 orang berhasil dievakuasi oleh petugas penyelamat, termasuk 48 orang yang diterbangkan dengan helikopter.

Sedangkan 30 orang lainnya yang ada di kereta gantung yang paling dekat dengan dataran di bawahnya, berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan petugas penyelamat. Sisanya terpaksa bermalam di kereta gantung yang terhenti di atas ketinggian 3.800 meter.

Kondisi cuaca yang awalnya baik, berangsur-angsur memburuk dan menjadi berawan di dataran yang lebih tinggi. Hal ini memaksa operasi penyelamatan dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Jumat (9/9) pagi waktu setempat.


dtc/fn/radarriaunet.com