Yurnaldi: Informasi di Medsos Lebih ke Jurnalisme Warga

Administrator - Sabtu,06 Agustus 2016 - 14:20:14 wib
Yurnaldi: Informasi di Medsos Lebih ke Jurnalisme Warga
Yurnaldi Paduka Raja. rgc

RADARRIAUNET.COM - Pemerhati komunikasi sekaligus wartawan senior di Dumai Yurnaldi Paduka Raja menilai informasi yang beredar di dunia maya atau media sosial bukan produk jurnalistik, namun cenderung mengarah ke jurnalisme warga.

Dibanding pemberitaan hasil produk jurnalistik perusahaan media massa, informasi di media sosial unggul pada kecepatan dan keluasan untuk diakses langsung oleh masyarakat lewat kecanggihan teknologi di dunia maya.

"Informasi jurnalisme warga bukan produk berita karena tidak dapat dipertanggungjawabkan dan juga tidak dibuat oleh wartawan dari perusahaan media massa yang resmi," kata Yurnaldi, Rabu.

Menurut Komisioner Komisi Informasi dan Penyiaran Provinsi Sumatera Barat ini, informasi di medsos juga diragukan tingkat keakuratan dan kepercayaan karena bukan dihasilkan melalui sistem redaksional media massa atau perusahaan pers sebagaimana mestinya.

Diakui dia dampak dari informasi yang tersaji di medsos sangat besar dan berpengaruh luas di tengah masyarakat, dan bahkan ada yang menimbulkan konflik atau perseteruan.

Agar informasi tidak berdampak buruk, dihimbau pada masyarakat untuk cerdas dan menelaah lebih dalam berita yang tersiar di medsos dan tidak langsung memberikan respon positif maupun negatif karena perlu ditelusuri sumbernya.

"Masyarakat harus cerdas dalam menerima informas di media sosial karena pemberitaan resmi itu diterbitkan oleh perusahaan media massa yang memiliki badan hukum dan bisa dipertanggungjawabkan tingkat kebenarannya," jelas dia.

Dia juga mendukung langkah pemerintah dan kepolisian untuk menjerat hukum pelaku ujaran kebencian atau hujatan di media sosial agar tidak menimbulkan provokasi di tengah masyarakat.

Sebab, tidak sedikit dari informasi di medsos dimanfaatkan orang untuk memunculkan rasa benci dan hujatan dengan nama samaran dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Seorang jurnalis Dumai Afran Arsan menambahkan, sebuah pemberitaan itu yang berhak menulis adalah wartawan karena sebelumnya sudah dibekali dengan pengetahuan dan lembaga hukum jelas serta menguasai teknik wawancara.

Wartawan dan jurnalisme warga dinilai dia memiliki perbedaan jauh dalam tugas fungsi sebagai penyampai informasi ke publik, karena berita yang ditulis wartawan berdasarkan fakta dan keterangan dari narasumber yang berkompeten dan bertanggungjawab.

"Dalam menulis berita, seorang wartawan harus melewati serangkaian sistem redaksional, seperti wawancara narasumber yang jelas dan memiliki etika jurnalistik," ungkapnya.


rgc/fn/radarriaunet.com