3 Hari Sampah Teronggok, PKL Pasar Arengka Berebut Rejeki dengan Lalat

Administrator - Senin,06 Juni 2016 - 08:53:43 wib
3 Hari Sampah Teronggok, PKL Pasar Arengka Berebut Rejeki dengan Lalat
Sejumlah pedagang kakilima atau PKL Pasar Pagi Arengka harus berebut rejeki dengan bau busuk dan lalat. rtc
RADARRIAUNET.COM - Suasana jorok di Pasar Pagi Arangka Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru belakangan bertambah parah. Di salah satu sudut, teronggok belasan ton sampah yang sudah tiga hari tidak diangkut ke tempat pembuangan. Dampak dari mogok kerja para pekerja PT Multi Ingi Guna (MIG) karena dua bulan belum gajian. “Sudah tiga hari ini sampah tak diangkut. Tidak tau sampai kapan seperti ini,” ujar Andi, salah seorang PKL Pasar Arengka pada awak media, Sabtu (4/6/16). 
 
Tidak diangkutnya sampah di Pasar Pagi Arengka tak sekedar menyebabkan kondisi pasar trandisional tersebut semakin jorok, tetapi juga merugikan sejumlah PKL. Sebab lokasi tumpukan sampah merupakan tempat berdagang sekitar 20 PKL. Sudah tiga hari ini mereka tak bisa berdagang di lokasi tersebut, karena ada tumpukan sampah.  “Kami terpaksa mencari tempat jualan sementara sampai tumpukan sampah diangkut,” tutur Yanti, pedagang tahu pada awak media. 
 
Andi dan Yanti mengeluhkan tidak diangkutnya sampah di Pasar Pagi Arengka. Padahal mereka setiap hari dipungut Rp5.000 untuk kebersihan setiap lapak.  “Pungutan sampah terus, tapi sampah tak diangkut,” keluhnya. 
 
Kondisi sampah yang menumpuk menyebabkan para penjual dan pembeli harus rela melakukan aktivitas dalam kondisi tak sehat. Bau busuk menyengat dan dikepung kawanan lalat hijau yang besar.  “Mau bagaimana lagi. Bau dan tak nyawan, tapi kami harus tetap belanja,” ujar Rosni, seorang ibu rumah tangga yang membeli bayam pada PKL di samping tumpukan sampah. 
 
 
teu/rtc/radarriaunet.com