CENDANA WANGI

Administrator - Senin,23 Mei 2016 - 17:14:41 wib
CENDANA WANGI
ilustrasi. abdul-hadiy.blogspot.com
Bacaan: Yakobus 1:12-18
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)
 
Bacaan setahun: : 2 Tawarikh 1-3
 
Cendana (Santalum album) merupakan penghasil kayu dan minyak cendana yang digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aroma terapi, dan campuran parfum. Di Indonesia, cendana banyak tumbuh di Pulau Timor. Keharuman cendana ini menarik minat para pedagang karena nilai ekonomi yang tinggi. Bagi masyarakat Timor, cendana dipersepsikan sebagai haumeni, yaitu gadis cantik yang memancarkan keharuman. Di tanah Timor yang berbatu kapur dengan taraf kekeringan yang tinggi, cendana mengeluarkan bau harumnya yang khas.
 
Berbeda dengan sikap kebanyakan orang. Ketika menghadapi tekanan hidup, kita mencari kambing hitam, menyalahkan keadaan, bahkan berani menyalahkan Tuhan. Kita tidak tahan menjalani pencobaan. Padahal, di balik segala kesulitan itu ada maksud Tuhan agar kita menjadi lebih tahan uji. Yakobus tidak menyangkali betapa sakitnya pencobaan, tetapi ia menyadari bahwa pencobaan itu hanyalah pencobaan biasa, yang membantunya menjalani hidup dengan lebih tegar. Baginya, itulah bagian dari proses menuju hidup yang berintegritas. 
 
Sebagaimana wangi cendana muncul di tanah berbatu kapur dan beriklim sangat kering, kiranya kita juga mengeluarkan wangi ketika kita menaklukkan pencobaan. Ketika kita mampu menjalani tekanan hidup, bau wangi karena tahan uji dan ketangguhanlah yang muncul. Pencobaan memang tidak menyenangkan, tapi, ketika kita bertahan, kehidupan kita akan mengeluarkan wangi ketekunan, kedewasaan, dan kearifan.—JB
 
BERTAHAN DALAM PENCOBAAN, MEMBUAT HIDUP KITA MENGELUARKAN WANGI KETEKUNAN, KEDEWASAAN, DAN KEARIFAN
 



Berita Terkait