Kepala Bappenas Akui Perencanaan Pembangunan Belum Optimal

Administrator - Rabu,11 Mei 2016 - 19:32:05 wib
Kepala Bappenas Akui Perencanaan Pembangunan Belum Optimal
Kepala Bapenas Sofyan Djalil saat Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Desember 2015. CNN Adhi Wicaksono
RADARRIAUNET.COM - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengakui selama ini proses perencanaan pembangunan nasional belum optimal. Karenanya, format Musyawarah Perbangunan Nasional (Musrenbangnas) akan disempurnakan dengan mengbah sistem penganggaran dari yang selama ini mengacu pada fungsi menjadi program. "Musrengbang ini merupakan perbaikan terhadap sistem yang selama ini kita laksanakan, yang dianggap masih belum optimal," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil pada acara Musrenbangnas di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (11/5). 
 
Menurut Sofyan, format diskusi perencanaan pembangunan akan dilakukan secara bertahap namun berkesinambungan. Prosesnya dicicil di tingkat kementerian/lembaga (K/L) dan per provinsi sehingga menjadi lebih optimal. 
 
"Untuk 2018 kita merencanakan proses musrengbang itu acara terakhir cuma sekedar komitmen kepala daerah, menteri. Sedangkan diskusi sepanjang tahun akan dicicil per provinsi, K/L per K/L, sehingga rumusan RKP 2018 nanti akan lebih optimal lagi dibandingkan dengan apa yang kita capai pada hari ini," tuturnya. 
 
Mengacu ke Program
 
Sebagai Kepaal Bappenas, Sofyan menyadari masih ada permasalahan dalam perencanaan pembangunan selama ini karena penggunaan anggaran mengacu pada fungsi dan peruntukkannya (money follow function). Untuk menghindari duplikasi program, maka sesuai arahan Presiden Joko Widodo pendekatannya diubah menjadi money follow program. 
 
"Akibat money follow function, maka banyak sekali terjadi duplikasi program selama ini," ujarnya. 
 
Selain itu, kata Sofyan, pendekatan money follow function juga berakibat pada distrubusi dana yang terlampau luas. Untuk itu, pemerintah akan melakukan koreksi sistem penganggaran dengan memfokuskan alokasi anggaran sesuai dengan peruntukkan programnya. 
 
"Misalnya dana infrastruktur akan lebih difokuskan untuk mencapai program prioritas, memangkas program-program yang nomenklaturnya tidak jelas sehingga program 2017 kita harapkan sangat jelas pendekatan spesial dan tematik," jelasnya. 
 
 
 
alex harefa/cnn/rrn/ melanie