BTN Dapat Utang Rp 10 Triliun dari Bank China

Administrator - Jumat,18 September 2015 - 13:09:48 wib
BTN Dapat Utang Rp 10 Triliun dari Bank China
foto: detik.com

RADAR BISNIS - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dapat pinjaman 5 miliar yuan dari PT Bank ICBC Indonesia, anak usaha Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) asal China.

Keduanya sudah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam pembiayaan perumahan. Pinjaman bilateral ini akan diberikan secara bertahap selama tiga tahun ke depan.

"Kerjasama ini ditujukan untuk mendukung infrastruktur dan pembangunan perumahan di Indonesia," kata Direktur Utama ICBC Indonesia, Shen Xiaoqi, dalam siaran pers, Kamis  (17/9/2015).

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Shen dan Direktur Utama BTN, Maryono, di Jakarta hari ini. Shen menjelaskan, kerjasama yang ditandatangani bersama BTN meliputi dukungan ICBC dalam pembiayaan infrastruktur dan pembangunan perumahan, pembelian asset KPR BTN, kredit sindikasi atau pembiayaan lainnya.

Sebagai langkah awal, akan ditandatangani perjanjian kerjasama Fasilitas Pinjaman Bilateral Rp 1 triliun untuk mendukung program 'Sejuta Rumah' yang dicanangkan oleh Pemerintah.

"Ini merupakan momentum yang sangat penting bagi ICBC Indonesia dalam menjalani perannya untuk menjembatani sektor keuangan antara Indonesia dan China," kata Shen.

Kerjasama tersebut menegaskan kembali komitmen ICBC Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan perekonomian di Indonesia.

"ICBC Indonesia berkomitmen untuk fokus pada hal-hal yang menjadi fokus utama pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah membantu pemerintah Indonesia dalam penyediaan rumah murah bagi masyarakat Indonesia," tambah Shen.

Sementara menurut Maryono, kerjasama dengan ICBC ini merupakan tindak lanjut dari rencana perseroan dalam mendukung program satu juta rumah. Bank berkode BBTN itu menggandeng berbagai pihak yang dapat memberikan dukungan dalam merealisasi program tersebut.

Saat ini backlog kebutuhan rumah untuk masyarakat belum turun, justru sebaliknya malah semakin bertambah. Artinya terjadi kesenjangan antara ketersediaan rumah dengan kebutuhan rumah di pasar.

"Pembiayaan ini semoga dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu memecahkan masalah program perumahan di Indonesia," katanya Maryono.

Maryono mengatakan, program satu juta rumah itu bukanlah program Bank BTN, tetapi merupakan program pemerintah yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan semua pihak terkait dengan pembiayaan dan pembangunan perumahan di Indonesia, karena program ini diperuntukkan bagi rakyat.
(ang/dnl/fn)