Bupati Inhil Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Simpang Kuala Saka

Administrator - Rabu,27 Oktober 2021 - 11:36:47 wib
Bupati Inhil Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Simpang Kuala Saka
Bupati Indragiri Hilir Drs.HM.Wardan meninjau Pembangunan Ruas Jalan Simpang Kuala Saka - Teluk Lanjut - Sungai Guntung. Foto: RLC

RADARRIAUNET.COM: Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Drs.HM.Wardan,MP di dampingi oleh Kepala Bappeda, Kadis PUPR meninjau pembangunan ruas jalan Simpang Kuala Saka - Teluk Lanjut - Sungai Guntung, di Desa Bente, Kecamatan Mandah.

Untuk di ketahui Ruas jalan ini merupakan ruas jalan Provinsi, yang bersumber dari APBD Provinsi Riau.

Bupati HM.Wardan yang di wawancarai seusai meninjau pembangunan jalan mengatakan,saat ini baru mulai pelaksanaan fisik, berupa penimbunan badan jalan sepanjang 2200 Meter.

"Dengan adanya ruas jalan ini, Insya Allah akan membuka akses dari Tembilahan ke Kuala Saka, yang mana saat ini juga di lakukan Penimbunan untuk lokasi Sungai Luar menuju Sungai Empat.

Sementara, untuk rekonstruksi atau peningkatan hot mix itu lokasinya di Sungai Beringin," ungkap Bupati.

Bupati berharap pemerintah Provinsi bisa melanjutkan program-program yang ada, sehingga terbukanya akses jalan bagi masyarakat yang terisolasisi di daerah Inhil bagian utara.

"Jalan ini nantinya akan terkoneksi antara ruas jalan sorek-Teluk meranti- Guntung dan akan menyambung dari Tembilahan -Kuala Saka - Teluk lanjut - Guntung", tutup Bupati.

Serta Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, meninjau pengerjaan peningkatan Jalan lintas Kotabaru-Kemuning-Selensen.

Tinjauan ke ruas jalan provinsi tersebut, di tengah guyuran hujan deras. Secara kewenangan, Ruas Jalan Sungai Gergaji Kilometer 8 itu merupakan Jalan Provinsi Riau. Realisasi pembangunannya berdasarkan usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil sejak beberapa tahun lalu.

"Kita berada tepat di Desa Nusantara Jaya, Kecamatan Keritang, untuk melihat sekilas proses pengerjaan ruas jalan sepanjang 2, 2 kilometer ini," kata Bupati Inhil HM Wardan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pimpinan OPD. Diantaranya, Kepala Dinas Kominfopers Inhil Trio Beni Putra dan Camat Keritang, Rudi, serta beberapa orang lainnya.

"Awalnya kita dapat 2,2 kilometer pembangunan jalan dengan cara hotmix. Kemudian dilanjutkan lagi sepanjang 2,2 kilometer penimbunan," terangnya.

Ruas jalan yang sehari-hari dipergunakan masyarakat Inhil, khusunya bagi masyarakat Kecamatan Keritang, Reteh, Sungai Batang dan Kecamatan Kemuning itu berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

"Mudah-mudahan proses pengerjaannya dapat berjalan dengan baik tanpa ada hambatan. Diminta pula peran masyarakat dalam menjaga kondusifitas pembangunan yang tengah berjalan itu," harapnya.

Bukan itu saja Kabupaten Indragiri Hilir yang terkenal sebagai Hamparan Kelapa Dunia memiliki berbagai macam jenis kelapa salah satunya Kelapa Pandan Wangi.

Bupati Inhil HM.Wardan yang didampingi Ketua KTNA Yusuf Said dan Ketua Komisi II DPRD inhil Ir. Amd. Junaidi. Meninjau sekaligus memetik secara lansung tanaman kelapa Pandan Wangi ini.

Perlu diketahui bahwa Kelapa Pandan Wangi yang ditanam Ketua KTNA Inhil Yusuf said sebanyak 52 Pohon ditanah milik Pribadi beliau berlokasi di Dusun Sungai Sirih Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu dengan diselingi tanaman lain seperti; Pisang dan Alpokat.

Kelapa pandan Wangi diketahui berasal dari Thailand ini dengan nama ‘Aromatic Nam Hom Coconuts` Kelapa Pandan Wangi merupakan salah satu kelapa eksotik dengan karakter spesifik aroma wangi pandan pada sabut, air dan daging buahnya serta citra rasa pandan dan manis pada air dan daging buah.

Pertumbuhan varietas kelapa ini sangat lambat. Namun usia berbuah kelapa Pandan Wangi sangat cepat antara 3 sampai 3,5 tahun, lebih pendek dari kelapa biasa yang mencapai 6 sampai 7 tahun.

Selain cepat berbuah, kelapa pandan wangi memiliki rasa yang lebih manis, ditambah aroma wangi pandan yang semakin menggugah selera.

Hal tersebut menjadikan kelapa Pandan Wangi perbatasan banyak menarik minat bukan hanya untuk konsumsi tetapi menarik minat para peneliti sebagai objek risetnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Inhil HM.Wardan yang terkenal sebagai Bupati yang gencar memperkenalkan Inhil sebagai hamparan Kelapa Dunia menikmati wangi dan aroma ciri khas Kelapa Pandan Wangi ini.

"Kelapa Pandan Wangi ini harus dikembangkan di Kabupaten Inhil, Mengingat Kelapa ini memiliki aroma dan wangi khas tersendiri dibandingkan kelapa yang lain dan sangat cocok dikembangkan sebagai salah sumber ekonomi masyarakat petani Kelapa di Inhil", ungkap Bupati HM. Wardan sambil menikmati wanginya air kelapa Pandan Wangi.

Untuk itu, kepada Pak Yusuf Said sebagai ketua KTNA kedepa dikembangkan lagi, tutupnya.

Bahkan Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM.Wardan, MP melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tanah Merah, dalam rangka meresmikan jembata penghubung antara Kuala Enok dengan Desa Tanah Merah.

Kunker ke Kecamatan Tanah Merah oleh Bupati HM.Wardan didampingi Ketua DPRD Dr.Ferryandi, Ketua TP PKK Hj.Zulaikhah Wardan, S.Sos, M.E, Kepala BPBD Provinsi Riau yang diwakili Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Kepala BPBD Inhil dan beberapa Pejabat Eselon dilingkungan Pemkab Inhil.

Kunker sekaligus peresmian jembatan penghubung yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati HM.Wardan, MP disambut Camat, Upika Kecamatan serta Ketua TP PKK Kecamatan Tanah Merah.

Perlu diketahui bahwa Pembangunan Jembatan Penghubung ini menggunakan dana Hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat T.A 2019 sebesar Rp 3,4 M.

Bupati HM.Wardan dalam sambutannya usai meresmikan Jembatan mengatakan, pembangunan jembatan penghubung antara Kuala Enok dengan Desa Tanah Merah ini menelan biaya besar diharapkan dapat betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat. Beliau juga menambahkan, dengan bangunan jembatan yang mengah ini semoga menjadi ikon kecamatan Tanah Merah.

Diharapkan kepada masyarakat untuk dapat dipelihara, dirawat dan jaga, sehingga dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama dan setiap masyarakat timbul rasa memiliki. Karena, bangunan ini sudah menjadi milik masyarakat Kuala Enok Khususnya.

Bahkan Kecamatan Tanah Merah adalah salah satu daerah di Riau, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir yang rawan bencana tanah longsor. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui APBD Riau 2021 telah menganggarkan bantuan relokasi rumah warga yang terkena bencana ini.

Gubernur Riau H. Syamsuar dalam sambutannya menyebutkan bahwa, masalah longsor dan abrasi merupakan salah satu yang menjadi fokus perhatian Pemprov Riau. Berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan atau meminimalisir terjadinya abrasi kawasan pesisir Riau yang dapat berujung pada tanah longsor di kawasan permukiman warga.

Selain menganggarkan dalam APBD Riau, upaya lain adalah dengan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Pusat agar dapat membantu upaya pencegahan abrasi.

"Saya sudah beberapa kali rapat dan follow up tentang abrasi ini sampai ke pusat, hari ini Bapak Kepala Balai Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra III Kementerian PUPR, red) saya bawa, agar segera ditangani sampai tingkat desa," ujar Syamsuar.

Gubernur akan terus mengajak BWS Sumatra III ke wilayah-wilayah rawan abrasi dan longsor di Riau, agar mereka bisa menjadikan Riau sebagai salah satu fokus penanganan abrasi mereka.

“Apapun medannya, kita tempuh. Saya bawa Kepala Balai, agar dapat melihat langsung lokasi-lokasi yang terkena abrasi/longsor, semoga dapat segera ditangani,” harap Gubernur Riau dengan semangat menempuh jalan kecil menggunakan sepeda motor roda dua.

Sementara itu Bupati Inhil H.M. Wardan yang mendampingi kunker Gubernur Riau kali ini menyampaikan ucapan terima kasihnya, atas bantuan yang diberikan Pemprov Riau untuk relokasi rumah warga korban longsor di Kecamatan Tanah Merah. "Semoga dapat berjalan lancar sebagaimana harapan kita bersama," ucap Bupati Inhil.

Dia juga menyampaikan, Kecamatan Tanah Merah ini masuk dalam peta wilayah rawan bencana di Kab. Inhil yang ditetapkan melalui SK Bupati Inhil. Dalam tahun ini sudah terjadi longsor sebanyak 3 kali.

"Sampai Agustus ini saja sudah terjadi 3 kali longsor di Kec. Tanah Merah ini yang diduga disebabkan pergeseran tanah akibat abrasi yang disebabkan arus laut yang sangat kuat," papar Wardan.

Bencana longsor yang terjadi berulang kali di Kec Tanah Merah ini telah menyebabkan 20 unit rumah rusak berat dan 29 KK kehilangan tempat tinggal. Selain itu, longsor dan abrasi juga menyebabkan pasar ikan dan dermaga bongkar muat di daerah ini rusak berat. 

Serta pada tahubn lalu Perbaikan jalan penghubung dari ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir menuju Kecamatan Keritang terus di lakukan. Jalan proyek begitulah masyarakat sekitar sering menyebutnya jalan dari arah KM 8 menuju Sungai Gergaji Kecamatan Keritang, yang saat ini telah di lakukan penimbunan dengan Pasir Batu (Sirtu) untuk menutupi lubang-lubang jalan menganga, mengalami kerusakan cukup parah.

Bupati Indragiri Hilir HM. Wardan MP, meski di luar hari kerja tetap memanfaatkan waktunya, kemarin bersama rombongan meninjau proses perbaikan jalan tersebut yang di lakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.

Terlihat alat-alat berat telah berada di jalan tersebut dan sebagian alat telah melakukan proses pemerataan tumpukan batu-batu banyak terlihat di pinggir jalan.

Wardan mengatakan, pada anggaran tahun 2014 ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan fokus untuk membiayai pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.

"Semoga tahun 2015 semua jalan poros di Indragiri Hilir sudah hitam dan licin tidak hanya jalan Sungai Ara ke Sungai Gergaji ini", ujar H.M.Wardan.

Masyarakat banyak yang telah mengeluh dengan kondisi jalan tersebut, anton (24) salah satu warga Kecamatan Keritang mengatakan keadaan jalan yang rusak parah dan berlubang, sangat memprihatikan sekali baik yang akan melalui jalan ini, maupun masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan tersebut.

Sudah lama dirinya dan masyarakat lain bermimpi agar jalan tersebut dapat di perbaiki sehingga jalur transportasi menuju ibu kota Kabupaten dapat di lalui dengan nyaman.

"Karena saya mahasiswa yang kuliah di Tembilahan, saya harus bolak-balik di jalan ini, kalau jalan mulus semua jadi senang tidak perlu mengeluh lagi ketika melintasi jalan," katanya. Sepertinya mimpi masyarakat itu, akan terwujud kerna bupati mengatakan jalan dari simpang ara- sungai gergaji akan mulus dan hitam dengan aspal pada tahun ini.

RR/IOC/IPC/RLC/ADV