Klaim Risma Terkait Zona Hijau Menyesatkan Masyarakat

Administrator - Selasa,04 Agustus 2020 - 00:15:33 wib
Klaim Risma Terkait Zona Hijau Menyesatkan Masyarakat
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinas, Kamis, 24 Oktober 2019. Medcom.id

RADARRIAUNET.COM: Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Windhu Purnomo, menyebut klaim Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang menyatakan Surabaya masuk zona hijau covid-19 menyesatkan. Sebab, pernyataan Risma bisa membuat masyarakat salah paham.

"Itu (pernyataan Risma) nanti malah menyesatkan, sehingga masyarakat akan keluyuran dan itu justru berbahaya," kata Windhu, Selasa, 4 Agustus 2020.

Mengutip laman medcom.id, Windhu mengatakan, syarat suatu daerah bisa masuk zona hijau covid-19 yakni angka tingkat penularan covid-19 harus di bawah satu selama 14 hari berturut-turut. Sementara di Surabaya, kata Windhu, tingkat penularan atau Rate of Transmission (RT) covid-19 fluktuatif.

"Saya tahu (Risma mengklaim Surabaya zona hijau covid-19) dasarnya memang dari RT yang dikeluarkan dari Kemenkes, tapi itu cuma sehari. RT kalau belum 14 hari berturut-turut ya belum termasuk zona hijau," jelasnya.

Windhu menyayangkan klaim Risma tersebut. Windhu menyindir klaim Risma yang menyebut Surabaya sebagai zona hijau covid-19 sebagai hijau semangka.

"Hijau di Kota Surabaya adalah hijau semangka. Jadi hijaunya di kulit, tapi sesungguhnya di dalamnya merah," ujar Windhu.

Dia menilai Risma terlalu terburu-buru mengeklaim Surabaya masuk zona hijau. Windhu mengingatkan tingginya angka tingkat kematian (fatality rate) akibat covid-19 di Surabaya, dua kali dari angka nasional.

"Surabaya masih tinggi, 8,9 persen, padahal nasional kurang 4,5 persen. Sedangkan WHO targetnya 2 persen. Jadi tingkat keamanan Surabaya masih jauh," jelasnya.

Pemkot Surabaya diminta tidak memberikan harapan palsu kepada masyarakat terkait kondisi penularan covid-19. Dia mengingatkan agar Risma tidak membuat pernyataan menyesatkan.

"Banyak masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan, padahal di Surabaya sama sekali belum aman," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menggelar video conference (vidcon) dengan para pedagang, serta perwakilan masyarakat di wilayah Kecamatan Gunung Anyar pada Sabtu, 1 Agustus 2020. Dalam kesempatan itu, Risma mengatakan, kondisi Surabaya sudah lebih baik dari sebelumnya.

Hal itu diungkapkannya berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bahwa tingkat penularan covid-19 di Surabaya sudah menurun, dan kesembuhan kian meningkat. Risma bahkan menyebut Surabaya sebagai zona hijau covid-19.

"Di mana kondisi Surabaya sudah hijau yang artinya penularannya kita sudah rendah. Lalu yang sembuh sudah banyak," kata Risma.

 

RRN/medcom