Penyuap Eks Bupati Bengkalis Divonis Enam Tahun Penjara

Administrator - Rabu,29 Juli 2020 - 20:50:29 wib
Penyuap Eks Bupati Bengkalis Divonis Enam Tahun Penjara
Ilustrasi putusan persidangan. Medcom

RADARRIAUNET.COM: Mantan Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur alias Aan, diberi vonis enam tahun penjara terkait korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada 2013-2015. Dia terbukti menyuap eks Bupati Bengkalis Herliyan Saleh.

Mengutip laman medcom, "Amar terbukti dakwaan primer. Pidana penjara enam tahun dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan," bunyi kutipan putusan seperti disampaikan pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.

Hukuman ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta Makmur dihukum 10 tahun pidana penjara. Ia juga diberi sanksi denda Rp800 juta subsider enam bulan kurungan.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru yang dipimpin Saut Maruli Tua Pasaribu juga mewajibkan Aan membayar uang pengganti senilai Rp60,5 miliar. Bila tak mampu, uang pengganti ditukar hukuman pidana penjara dua tahun.

Hal yang memberatkan hukuman Makmur yakni tidak mendukung program pemerintah bebas korupsi dan merugikan masyarakat Bengkalis, tidak berterus terang, berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan, serta tidak beritikad baik mengembalikan kerugian negara.

Sedangkan hal yang meringankan, Makmur berlaku sopan di persidangan, merupakan tulang punggung keluarga, dan memiliki tanggungan keluarga.

Berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kasus ini menimbulkan kerugian negara sekitar Rp105,88 miliar. Makmur bahkan memperkaya diri hingga Rp60,5 miliar.

Makmur terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

 

RRN/medcom