Dua Ekor Beruang Madu Dievakuasi BKSDA dari Pemukiman Warga Bukit Timah Dumai

Administrator - Kamis,04 Juni 2020 - 16:02:02 wib
Dua Ekor Beruang Madu Dievakuasi BKSDA dari Pemukiman Warga Bukit Timah Dumai
Dua Ekor Beruang Madu Dievakuasi BKSDA dari Pemukiman Warga Bukit Timah Dumai

RADARRIAUNET.COM: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi dua ekor beruang madu (Helarctos Malayanus) dari pemukiman warga di Kelurahan Bukit Timah, Kota Dumai.

Di lansir dari Cakaplah.com, Kasubag Humas BBSKDA Riau, Dian Indriati, mengatakan bahwa kemunculan beruang madu itu diketahui warga pada Ahad (31/5/2020). Ketika itu ada seekor anak beruang berkeliaran di pekarangan rumah warga.

Khawatir terjadi hal tak diinginkan, warga yang mulai resah melapor ke tim Resort Dumai. Tim langsung turun ke lokasi yang berdekatan dengan kawasan konservasi TWA Sungai Dumai tersebut.

"Tim berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan kelompok pecinta alam Dumai untuk melakukan upaya penggiringan kembali beruang madu ke habitatnya. Ternyata ada dua ekor beruang, satu induknya hingga membuat tim kewalahan melakukan penggiringan," jelas Dian, Kamis,04 Juni 2020.

Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Riau yang terdiri dari dokter hewan, paramedis, tim yang telah bergabung akhirnya memutuskan untuk melakukan evakuasi dengan pembiusan.

Pembiusan pertama berhasil dilakukan terhadap anak beruang yang sempat naik ke atas pohon kelapa karena panik. Dengan berbagai cara tim berhasil membujuknya turun dan kemudian melakukan pembiusan terhadap anak beruang tersebut.

Ternyata, pembiusan anak beruang membuat induknya keluar dari tempat persembunyian. Tanpa buang waktu, tim segera melakukan pembiusan.

Dian mengungkapkan, tim cukup mengalami kesulitan karena beberapa kali pembiusan terhadap induk beruang sempat mengalami kegagalan. Akhirnya, pada Rabu (3/6/2020) dini hari, induk beruang berhasil dibius.

"Induk dan anak beruang langsung dievakuasi dengan kandang evakuasi. Pada siang harinya sekitar pukul 11.30 WIB, dilakukan pelepasliaran di kawasan konservasi yang jauh dari pemukiman penduduk dan merupakan habitatnya," tutur Dian.

RRN/CPL.