seluruh pengurus PMI kecamatan dituntut untuk aktif melakukan komunikasi

Administrator - Selasa,08 September 2015 - 11:12:49 wib
seluruh pengurus PMI kecamatan dituntut untuk aktif melakukan komunikasi
bertempat di Gedung daerah kab bengkalis telah dilaksanakan pelantikan bagi 8 pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) kecamatan se-Kabupaten Bengkalis yang berjumlah 56 orang. (foto : humas)

BENGKALIS  (RRN) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan sebagai barisan terdekat dengan masyarakat memiliki peran penting dalam mengemban tugas kemanusiaan. Karena itu, seluruh pengurus PMI kecamatan dituntut untuk aktif melakukan komunikasi dengan lembaga/instansi terkait serta masyarakat di seluruh pelosok desa.

 

“Langkah ini penting untuk semakin memperkokoh eksistensi PMI di tengah-tengah masyarakat, sehingga PMI kecamatan mampu mewujudkan gerakan kepalangmerahan berbasis masyarakat, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” ujar Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie.


Diwakili Sekretaris Daerah H Burhanuddin, hal itu disampaikannya ketika menghadiri pelantikan pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Bengkalis. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut, , Senin (7/9/2015). Dalam upaya mewujudkan gerakan kepalangmerahan berbasis masyarakat, kepada seluruh pengurus PMI Kecamatan yang baru dilantik, pesan Ahmad Syah, harus segera mengadakan konsolidasi.

 

Kemudian pahami tugas pokok dan fungsi sebagai pengurus, serta membuat program kerja yang sesuai dengan situasi dan kondisi kecamatan masing-masing yang mengacu dan selaras dengan program kerja PMI kabupaten.

 

“Jangan sampai setelah dilantik dan dikukuhkan, tidak ada tindak lanjut dan langkah-langkah konkrit. agar PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang profesional, tanggap dan dicintai oleh masyarakat dapat diwujudkan, selain dibutuhkan kerja keras dan kerja sama, para pengurus juga harus membangun kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan terkait,” tegas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau ini.


Ahmad Syah juga berharap agar seluruh pengurus PMI Kecamatan dan Kabupaten untuk lebih giat dan kreatif dalam melakukan sosialisasi. Terus membangkitkan kepedulian dan kesadaran masyarakat agar secara sukarela menjadi pendonor darah. Sebab selama ini, imbuhnya, ada sebagian dari masyarakat di daerah ini yang masih takut bahkan kurang peduli untuk menjadi pendonor darah. 

 

“Selaras dengan program yang telah dicanangkan PMI Pusat, maka untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat sebagai pendonor darah, seluruh pengurus PMI Kecamatan dan Kabupaten ke depan hendaknya dapat membentuk program desa donor darah,” harapnya.


Menurut Ahmad Syah, program desa donor darah sangat penting dan diperlukan. Khususnya untuk membantu sesama dan ibu melahirkan yang beresiko tinggi karena mengalami pendarahan. Sebab, katanya, salah satu penyebab meningkatnya kasus kematian ibu dikarenakan tidak memperoleh penanganan yang memadai ketika kasus pendarahan pada saat melahirkan.

 

“Apalagi berdasarkan data yang kami peroleh, kebutuhan donor darah di kabupaten bengkalis pada umumnya didominasi oleh pasien melahirkan dan penderita penyakit demam berdarah. Fakta ini hendaknya menjadi sebuah alasan, bagi seluruh pengurus PMI Kecamatan dan Kabupaten untuk segera mewujudkan program desa donor darah,” ujar Ahmad Syah.


Selain menguatkan fungsi program desa donor darah, peran lain yang tak kalah penting, yakni upaya memberdayakan generasi muda melalui kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) di setiap sekolah yang ada di seluruh kecamatan. Karena, papar Ahmad Syah, keberadaan PMR ini merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana. “Sekaligus untuk mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI, khususnya di kalangan generasi muda,” paparnya. (hum)