Bupati Inhil Kukuhkan BUMDes se-Kecamatan Mandah

Administrator - Senin,14 Oktober 2019 - 11:06:43 wib
Bupati Inhil Kukuhkan BUMDes se-Kecamatan Mandah
Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan MP foto bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kecamatan Mandah. Foto: Humas

RADARRIAUNET.COM: Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan MP mengukuhkan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kecamatan Mandah, Selasa (8/10/2019) di Pantai Solo, Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah.

 

Turut hadir dalam momen tersebut Camat Mandah, Kepala Disparporabud Inhil, Plt Kepala Disperindag Inhil, Kepala Dinas Perkebunan Inhil, Kepala DPMD Inhil, Unsur Forkopimcam Mandah, Kepala Desa se-Kecamatan Mandah, Pengurus BUMDes se-Kecamatan Mandah, Fasilitator, dan Pendamping Desa.

 

Dikatakan Bupati Drs HM Wardan MP sesuai visi dan misi Inhil periode ini yang memprioritaskan pengembangan ekonomi masyarakat desa, maka BUMDes adalah pilot project Kabupaten Inhil yang termasuk dalan program DMIJ Plus Terintegrasi.

"Lembaga ekonomi desa adalah BUMDes ini. Saya berharap BUMDes yang sudah terbentuk dan dikukuhkan agar benar-benar melaksanakan fungsinya. Fungsinya adalah menggali potensi-potensi yang ada di desa," ujar Bupati.

Dirinya menyebut, bahwa Inhil merupakan daerah yang kaya akan potensi. Mulai dari perkebunan, pertanian, perikanan, wisata, maupun potensi lainnya. Berbagai potensi tersebut yang diharapkannya harus dikelola oleh BUMDes demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Maka pemerintah dalam hal ini OPD terkait saya sudah menyampaikan melalui program dmij plus terintegrasi agar BUMDes yang ada dikawal, diarahkan agar keberadaan BUMDes di desa menjadi saka guru dalam rangka pengembangan ekonominya. Jadi pengurus yang sudah dikukuhkan dapat secara maksimal bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya," pungkas Pemimpin Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.
Pada kesempatan itu, sebanyak 80 pengurus dan pengawas BUMDes se-kecamatan mandah dilantik secara oleh Bupati Inhil, HM Wardan.

Janaidi Camat Mandah Juga Menyampaikan, BUMDes adalah suatu wadah bagi Desa untuk meningkatkan geliat aktifitas ekonomi. Banyak sekali potensi – potensi yang belum dioptimalkan di Desa – Desa. “Sayang sekali rasanya kalau potensi itu tidak di eksplore dan direalisasikan menjadi benefit Desa,” ungkapnya.

Tambah Ketua APDESI Kecamatan Mandah Said Khairul Hanafiah, agar BUMDes yang ada menjadi sebuah badan usaha yang mandiri. Seluruh elemen Desa diharapkan dapat bersinergi memberikan dukungan atas eksistensi BUMDes di Desa.

“Saya meyakini, kehadiran BUMDes juga akan dapat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat di Desa tersebut. Bahkan, dari usaha – usaha yang dinaungi BUMDes akan dapat meng-cover dan berkontribusi terhadap sejumlah kegiatan pembangunan di kawasan perdesaan yang bersangkutan,” papar Said Khairul Hanafiah yang juga sebagai Kades Pulau Cawan.

Dengan segala manfaat keberadaan BUMDes, FM BUMDes Program DMIJ Plus Kecamatan Mandah Rendi Manulang, menganjurkan kepada setiap Desa untuk dapat juga melakukan terobosan – trobosan baru dalam pengelolaan BUMDes di masing – masing desa agar tumbuh perputaran ekonomi masyarakat perdesaan.

Selain itu juga, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengungkapkan fokus pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) Plus Terintegrasi adalah pengembangan ekonomi di kawasan perdesaan.
Hal itu diutarakan Bupati Inhil saat memberikan pidato dalam acara Ramah Tamah dan Arahan Pra-Tugas Fasilitator DMIJ Plus Terintegrasi di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Inhil, Tembilahan.
Sebagai wujud fokus tersebut, Bupati mengharuskan setiap desa mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saat ini, diungkapkan Bupati, telah berdiri 102 BUMDes yang tersebar di desa - desa Kabupaten Inhil.

Berbeda pada periode sebelumnya, yang mana program unggulan ini lebih menitikberatkan terhadap pembangunan infrastruktur kawasan perdesaan.
"Pembenahan infrastruktur tinggal 30 persen lagi. Di seluruh desa di Inhil harus terbentuk yang namanya BUMDes. Artinya ada 197 BUMDes yang didirikan sampai akhir tahun 2019 karena titik berat pembangunan dalam DMIJ Plus Terintegrasi adalah ekonomi," pungkas Bupati.

BUMDes, diungkapkan Bupati, nantinya akan berguna untuk memaksimalkan potensi perkelapaan, yang mana BUMDes dikelola untuk mengolah produk turunan kelapa di masing - masing desa.
"Dengan begitu, harapan kita upaya yang dilakukan ini dapat memutus 'mata rantai' yang terlalu panjang sehingga dapat mendongkrak harga jual kelapa di tingkat petani lokal kita," papar Bupati.
Keberadaan BUMDes nantinya, menurut Bupati akan berfungsi sebagai penampung penjualan kelapa oleh petani. BUMDes, imbuhnya, akan menyortir kelapa-kelapa kualitas unggul untuk kemudian dijual kepada perusahaan dan sebagiannya lagi diolah.

"Penjualan juga dilakukan kepada BUMD kita yang saat ini telah terbentuk, bernama PT Kelapa Inhil Gemilang. Melalui sistem yang dibentuk ini, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak sejahtera," tukas Bupati.
Mengenai pengolahan produk turunan berbahan baku kelapa, Bupati berjanji untuk mendatangkan para instruktur untuk melatih masyarakat di setiap desa.

"Nantinya, kita akan memiliki produk turunan berbahan baku yang kita olah sendiri, seperti kecap, minyak goreng, sirup dan kosmetik," tutup Bupati.
Bak bunga rampai yang menghias taman, sederet pencapaian telah mampu ditorehkan oleh program DMIJ sebagai salah satu program unggulan pembangunan daerah 'Negeri Seribu Parit'.
5 tahun sudah berlalu sejak program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) digagas oleh Bupati Inhil, HM Wardan dan digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil.
Program yang lahir pada tahun 2013 yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur kawasan perdesaan telah mampu mencuri perhatian, bahkan perhatian pihak Kementerian.
Hingga medio tahun 2018 silam, tercatat, 386.660 meter jalan rabat beton, jerambah seluas 7.062 meter dan jembatan seluas 3.271 meter telah berhasil dibangun. Belum lagi pembangunan sarana pendidikan, kesehatan dan fasilitas publik lainnya.

Lebih dari 70 persen infrastruktur, kini telah berdiri kokoh di setiap pelosok desa. Apresiasi masyarakat mengucur deras atas keberhasilan pelaksanaan program ini.
Akses antar desa begitu terbuka luas di kebanyakan wilayah Kecamatan. Hal ini pernah dibuktikan oleh Bupati, perjalanan ke delapan desa di dua Kecamatan berbeda, yakni Teluk Belengkong dan Pelangiran mampu ditempuh dalam 1 hari menggunakan moda transportasi darat.

"Meski belum 100 persen. Target pembangunan infrastruktur melalui program DMIJ sudah cukup memuaskan. Sisanya akan dituntaskan pada periode mendatang," ujar Bupati Inhil, HM Wardan saat bertemu di kediaman pribadinya di Tembilahan beberapa hari sebelum dilaksanakannya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Inhil periode 2018-2023.
Program yang telah menuai banyak pujian karena kesuksesan yang dicapainya itu, kini beralih fokus. Program DMIJ, untuk 5 tahun mendatang akan menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kawasan perdesaan.

Nomenklatur dari program yang membawa banyak maslahat, khususnya bagi masyarakat desa ini pun turut diubah menjadi Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) Plus Terintegrasi.
"Berdasarkan evaluasi 5 tahun berjalan, kedepan akan dilanjutkan dengan menitikberatkan pengembangan ekonomi," tukas Bupati.
Penyematan kosa kata 'Plus' dan 'Terintegrasi' bukanlah tanpa makna. Kata 'Plus' dan 'Terintegrasi' dalam nomenklatur DMIJ Plus Terintegrasi dimaknai sebagai ruang lingkup tugas yang diperluas dengan keterlibatan dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

"Kalau dulu kan identik dengan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa). Kalau sekarang tidak lagi, mungkin penganggarannya disana, tapi pelaksanaannya juga menggandeng dinas lain," tutur Bupati.

Bonansa ekonomi menjadi hal yang paling dinantikan. Euforia terhadap ekonomi sektoral, seperti pada sektor perkebunan kelapa yang merupakan sumber utama pendapatan daerah begitu diharapkan.
Berbagai upaya pun dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat petani sebagai ujung tombak perekonomian daerah yang juga berjuluk 'Hamparan Kelapa Terluas Dunia' pada sektor 'Primadona', perkebunan kelapa.

Kabupaten dengan luas perkebunan kelapa yang mencapai 432.000 hektare dan 70 persen masyarakatnya berprofesi sebagai petani kelapa ini, memerlukan sebuah langkah penetrasi untuk memecah kebuntuan atas problema anjloknya harga kelapa yang tahun demi tahun terus terjadi secara kontinyu.

Implementasi program DMIJ Plus Terintegrasi tampaknya menjadi sebuah solusi atas kerisauan tentang harga kelapa di tingkat petani.

Bupati menuturkan, secara konseptual, penyelesaian masalah harga kelapa akan dilakukan melalui pendirian BUMDes. Pendirian BUMDes, lanjutnya, merupakan sub-program dari DMIJ Plus Terintegrasi.
"Setiap desa di Inhil akan didirikan BUMDes. Saat ini, terdapat 102 BUMDes yang telah didirikan. Insya Allah di penghujung tahun 2019 akan berdiri di 197 desa," pungkas Bupati.

BUMDes - BUMDes yang didirikan, berfungsi sebagai wadah pengolahan kelapa menjadi barang jadi, seperti sirup, kecap, minyak kelapa dan berbagai produk kecantikan dengan memberdayakan masyarakat petani sebagai tenaga operasional terlatih.

"Kita sudah siapkan beberapa orang instruktur lokal untuk melatih masyarakat mengolah produk -produk turunan kelapa," ungkap Bupati.
Di sisi penjualan produk, BUMDes - BUMDes sebagai pusat produksi akan menggunakan jasa BUMD atau PT Kelapa Inhil Gemilang menembus pasar dunia. Secara sistematis, mekanisme pemasaran dalam sub-program pengolahan kelapa ini akan seiring, sejalan dengan pelaksanaan Sistem Resi Gudang atau SRG.

"Mind set 'Dari Kita, Oleh Kita' dalam skala rumah tangga diterapkan pada program pengolahan kelapa ini. Sinergitas antara program pengolahan kelapa dengan SRG di sisi pemasarannya menjadi prasyarat utama keberhasilan pencapaian tujuan pengembangan ekonomi kawasan perdesaan," papar Bupati.

Sekilas, mungkin tidak ditemukan sebuah konsep pengembangan ekonomi yang dilakukan secara sistematis, struktural dan masif sebagaimana program DMIJ Plus Terintegrasi di Kabupaten Inhil.
Tidak salah jika memang sebagian kalangan menyatakan program DMIJ Plus Terintegrasi sebagai Role Model Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan.

 

RR/HR/RG/WR/ADV