Pelabuhan Bandar Sri Setia Raja Dijadikan Pintu Masuk Barang-barang Terlarang

Administrator - Jumat,04 September 2015 - 09:18:54 wib
Pelabuhan Bandar Sri Setia Raja Dijadikan Pintu Masuk Barang-barang Terlarang
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie berdialog dengan petugas saat meninjau pelayanan di Bandar Sri Setia Raja. (foto : humas)

BENGKALIS  (RRN) - Seluruh petugas lintas sektoral yang ada di Bandar Sri Setia Raja diharapkan agar terus dan senantiasa mengedepankan dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan yang berada di muara Sungai Liong, Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan tersebut.


Kemudian selalu meningkatan dan memperketat pengawasan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya barang-barang illegal dan berbahaya dari negara tetangga. Misalnya Narkoba ataupun produk-produk lain yang dilarang atau tidak sesuai mekanisme sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


“Jangan lengah. Sebab, sebagai salah satu pintu gerbang ke Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau dan juga Indonesia, tidak tertutup kemungkinan pelabuhan Bandar Sri Setia Raja dijadikan pintu masuk barang-barang terlarang tersebut,” harap Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie.


Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau ini saat meninjau pelayanan dan berdialog dengan sejumlah petugas di pelabuhan yang melayani rute Bengkalis-Malaka dan Bengkalis-Muar tersebut, Kamis (3/9/2015).


Selain Sekretaris Daerah H Burhanuddin dan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika H Jaafar Arief, ikut mendampingi Ahmad Syah meninjau pelabuhan yang langsung menghadap ke selat Malaka tersebut, diantaranya Asisten Tata Praja H Amir Faisal.


Kemudian, Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Hukum dan Politik Hj Umi Kalsum, Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Haholongan, Kepala Badan Lingkungan Hidup H Arman AA, Kepala Dinas Sosial Darmawi, dan Camat Bantan Hendrik Dwi Yatmoko. (hum)