Festival Subayang-Bio Hadirkan Gondang Aguong 21 Jam

Administrator - Rabu,27 Maret 2019 - 15:32:24 wib
Festival Subayang-Bio Hadirkan Gondang Aguong 21 Jam
Persiapan Festival Subayang-Bio. rp pic

Pekanbaru: Pelaksanaan Festival Subayang-Bio hanya tinggal beberapa hari lagi. Berbagai persiapan sedang dimatangkan panitia pelaksana yakni Generasi Pesona Indonesia (Genpi) dan Bengkel Seni Rantau Kampar Kiri (RKK).

Yang paling menarik dalam rangkaian kegiatan ini adalah pesta gondang oguong oleh 21 kelompok dari 21 kecamatan selama 21 jam tanpa henti. Musik tradisional ini tidak hanya dimainkan di pusat lokasi acara di Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri, tapi juga di atas sampan dan tepi-tepi pulau yang ada di Sungai Subayang.

"Gondang Oguong akan dimainkan mulai Sabtu siang, malam hingga hari Ahad selama 21 jam tanpa henti oleh 21 kelompok dari 21 kecamatan. Festival yang sangat unik. Bukan hanya gondang oguong saja, tapi ada pacu bagalah dan berbagai pertunjukan seni tradisi," jelas ketua panitia yang juga Ketua Genpi Kampar, Dody Rasyid Amin, seperti sitat Riau Pos (27/3/2019).


Festival Subayang-Bio yang dilaksanakan 29-31 Maret ini juga akan dihadiri Warrior WWF Indonesia Wulan Guritno, Amanda Soekasah (model) dan Janna Soekasah (designer). Turut hadir juga bersama meraka Lukman Sardi yang datang sebagai fotografer, Yudi Datau (penulis) dam Ertanto Robby Soediskam (sutradara).

Rangkaian kegiatan memang sudah dimulai sejak Jumat, berlangsung Sabtu dan berakhir Ahad. Puncak acara seni sendiri akan dilaksanakan pada Sabtu malam, disambung hingga Ahad siang, yakni dengan pertunjukan gondang oguong tersebut. Dari pertunjukan gondang oguong ini saja sudah melibatkan ratusan orang karena satu kelompok bisa 7-10 orang. Karena itu, Dody yakin, kegiatan yang sudah masuk dalam kalender pariwisata Kampar ini mampu menghadirkan ribuan pengunjung selama tiga hari tersebut.

"Kami berharap dengan kegiatan festival seperti ini dampaknya akan sampai kepada masyarakat. Saya yakin, ribuan orang akan datang ke Subayang untuk melihat acara ini. Kalau pengunjung banyak datang, banyak yang belanja, perekonomian masyarakat berputar. Kami juga ingin mengangkat potensi wisata dan budaya," sambung Dodi.


RRN/RP