Sri Mulyani Harap Bos OJK Baru Jauhi Praktik Berbahaya

Administrator - Sabtu,10 Juni 2017 - 16:48:45 wib
Sri Mulyani Harap Bos OJK Baru Jauhi Praktik Berbahaya
Menteri Keuangan berharap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso jauhi sektor jasa keuangan dari praktik yang membahayakan. Ant Pic/Cnni

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan sektor jasa keuangan agar tetap berjalan dengan baik.

"Harapannya kami berharap OJK menjadi suatu institusi supervisi dapat menjaga sektor jasa keuangan dari praktik-praktik yang membahayakan sektor keuangan dan perekonomian secara keseluruhan," ungkap Sri Mulyani, Jumat (9/6).

Namun begitu, ia juga mengingatkan Wimboh untuk tidak lupa bekerja sama dengan pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) untuk menelusuri berbagai persoalan di sektor jasa keuangan yang dapat mempengaruhi perekonomian.

"Tetap bekerja sama untuk mendeteksi indikasi kemungkinan persoalan, bekerja sama dengan kami kalau ada hal sistemik, membuat ekonomi Indonesia sehat," terang Sri Mulyani.

Dengan ekonomi yang sehat, jelas Sri Mulyani, tentu jumlah pengangguran akan teratasi dengan bertambahnya jumlah lapangan kerja. Selain itu, ia juga berharap jumlah masyarakat menengah ke bawah semakin banyak yang memiliki akses terhadap layanan jasa keuangan.

"Kemudian integritas dan tata kelola diperbaiki," jelas Sri Mulyani.

Tak lupa, ia mengucapkan selamat kepada Komisaris Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) karena terpilih sebagai Bos OJK baru yang nantinya akan menggantikan Muliaman Hadad.

"Kalau Pak Wimboh terpilih, selamat" imbuh Sri Mulyani.

Seperti diketahui, Wimboh bertarung dengan Sigit Pramono dalam merebutkan kursi Ketua DK OJK. Wimboh sendiri telah menjabat sebagai Komisaris Utama di Bank Mandiri sejak 2015 lalu.

Sebelumnya, ia pernah menduduki jabatan direktur eksekutif International Monetary Fund (IMF) dan kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York. Jabatannya di IMF digenggam setelah menjabat sebagai direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI pada 2010-2012.

RRN/rah/cnni