Bupati Nilai Pacu Sampan Leper Kurang Gaung

Administrator - Rabu,26 Agustus 2015 - 10:41:16 wib
Bupati Nilai Pacu Sampan Leper Kurang Gaung
Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, membuka pacu sampan leper di Kuala Getek, Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka. (humas)

BATANG TUAKA (RRN) - Bupati Indragiri Hi lir (Inhil) HM Wardan, membuka pacu sampan leper di Kuala Getek, Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka. Ia menilai iven berskala Provinsi Riau itu, masih kurang gaung.

 

Oleh sebab itu, ia meminta kepada panitia agar melakukan evaluasi, terutama kondisi arena pacu yang tidak representatif. Untuk dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan itu, yakni perlu peningkatan promosi hingga ke luar Inhil.

 

“Kapan perlu sebelum dilaksanakannya kegiatan ini, buat dulu kegiatan pawai dan sejenisnya. Agar masyarakat lebih mengetahuinya,” saran Bupati.


Kesuksesan iven pacu sampan leper yang sudah masuk agenda wisata Riau itu, kata Bupati hendaknya juga didukung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dari sisi pendanaan. Apalagi jika dengan rencana pembuatan arena pacu yang baru.

 

Beberapa waktu lalu, sampan leper dipergunakan masyarakat Inhil untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari. Pasalnya dengan sarana itu masyarakat yang tinggal di bagian pesisir atau yang dihukum dengan kondisi alam tidak tergantung dengan pasang surutnya air.

 

“Budaya seperti ini yang mesti kita angkat, karena keunikannya,” tambah mantan Kepala Dinas Pendidikan Riau itu.


Pemkab Inhil akan melakukan survei daerah mana yang tepat untuk dijadikan arena baru pacu sampan leper. Dengan semakin sempurnanya kegiatan itu, bukan tidak mungkin menurut Bupati pacu sampan leper akan masuk iven wisata nasional.

 

“Tidak ada yang mustahil. Kalau dari sisi arena dan sebagainya kita sudah bagus, bisa saja iven ini ke depan menjadi iven skala nasional,” paparnya.


Iven pacu sampan leper yang disebut-sebut sebagai iven wisata Riau itu, sayangnya tidak diikuti perwakilan sejumlah kabupaten/kota se-Riau. Bahkan dari 20 kecamatan se-Inhil, hanya 2 kecamatan yang mengutus perwakilan dalam kegiatan tersebut. Seperti Kecamatan Batang Tuaka dan Tembilahan.


Saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil, H Rudiansyah mengakui hal itu. Menurutnya ada sesuatu hal, sehingga kondisi untuk mengikutkan daerah lain tidak memungkinkan.

 

“Kondisinya yang tidak memungkinkan. Makanya jumlah peserta hanya demikian,” tegas mantan Kepala Disperindag Inhil itu.


Sebagaimana diketahui pacu sampan leper merupakan upaya pemerintah meningkatkan promosi daerah dan ekonomi kerakyatan. (hum)