Cukupi Kebutuhan Beras, Perlu Pelepasan 15.000 Ha Kawasan Hutan Menjadi APL di Dumai

Administrator - Kamis,22 September 2016 - 12:47:10 wib
Cukupi Kebutuhan Beras, Perlu Pelepasan 15.000 Ha Kawasan Hutan Menjadi APL di Dumai
ilustrasi. gor

RADARRIAUNET.COM - Untuk mencukupi kebutuhan pangan (beras) sendiri, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai setidaknya harus melepas 15.000 hektar (ha) kawasan hutan menjadi Area Penggunaan Lain (APL). Dengan adanya pelepasan itu, mampu mendongkrak produktifitas beras di Kota Dumai sebanyak 33.000-35.000 ton per tahun.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kota Dumai, Dwi Orisyawan kepada awak media, Senin malam (19/9/2016). Untuk luas 15.000 ha cetak sawah, dapat ditanamkan padi 1 tahun sekali pada tahun pertama.

"Dumai saat ini membutuhkan kurang lebih 31.000 ton beras dalam setahun. Sementara yang dihasilkan setiap tahunnya hanya sekitar 3.000 ton, dari seluas 2,325 ha cetak sawah. Dari luas cetak sawah ada periode tanam untuk Oktober-Maret 1.162 ha dan untuk April-September 1.143 ha," bebernya.

Lahan yang dialihkan dari kawasan hutan menjadi APL, harus dikelola negara, yaitu Pemko Dumai sendiri, lanjut Dwi. Dengan program lahan pertanian berkelanjutan yang dikuasi pemerintah. Sehingga ada kontrol dan pemerintah sendiri bisa memberikan bantuan bibit padi kepada petani yang mengkelolanya.

"Kalau orang lain yang punya, terus kita paksa untuk ditanam padi, apakah mau seperti itu. Tapi kalau negara yang punya, mau tidak mau, harus digunakan sebagai lahan pertanian, seperti cetak sawah. Karena hampir seluruh cetak sawah di sini (Dumai, red) bukan milik petani itu sendiri, tapi milik orang lain," katanya.

Berdasarkan rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Dumai, sesuai SK Menteri Kehutanan nomor 673 tahun 2014 dan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 314 tahun 2016, total kawasan hutan seluas 153.987,68 ha dan kawasan non hutan atau APL seluas 50.687 ha.

"Daerah yang cocok untuk cetak sawah di Dumai, seperti Kecamatan Sungai Sembilan, Bukit Kapur, dan Medang Kampai. Ketiga kecamatan ini masih banyak kawasan hutan, dibandingkan kecamatan lainnya di Dumai. Hal ini untuk menunjang program Kementerian Pertanian, yang menjadikan daerah perbatasan sebagai lumbung padi (beras)," jelasnya.


gor/fn/radarriaunet.com