Gurihnya Leker Rasa Rendang, Jajanan Favorit Crepe ala Gerobak

Administrator - Kamis,21 Juli 2016 - 13:24:20 wib
Gurihnya Leker Rasa Rendang, Jajanan Favorit Crepe ala Gerobak
Leker kudapan kaya variasi pilihan, tidak hanya cokelat meises, kacang, pisang, keju. Rasakan sensasi kalau isinya suwiran ayam bakar, gelantin, aoais, hingga daging rendang. Temukan saat Anda mampir di Kota Salatiga, Jawa Tengah. kps
RADARRIAUNET.COM - Crêpe, makanan penutup ini sejatinya berasal dari Bretagne, wilayah Perancis bagian barat. Dibuat dari gandum, telur, susu, mentega, dan garam. Sejenis panekuk tipis, kudapan ringan ini sangat digemari dan meluas ke berbagai negara dengan nama yang berbeda-beda. Di beberapa wilayah di Indonesia sendiri, crêpe banyak dijual di outlet-outlet pusat belanja modern.
 
Tapi di pusat Kota Salatiga, Jawa Tengah, penjual crêpe banyak bertebaran dengan gerobak-gerobak kayu. Mereka mangkal di sudut-sudut pusat kota. 
 
Leker, demikianlah yang tertulis di gerobak penjual crêpe keliling. Bagi warga Salatiga, leker berarti kudapan ringan nan renyah dengan isi bervariasi. Mulai dari yang konvensional seperti cokelat meises, kacang, pisang, atau keju, hingga yang berisi ‘berat’ seperti ayam bakar manis pedas, galantin, sosis, sampai daging sapi rendang.
 
Lekker sendiri, dalam bahasa Belanda artinya enak. Jika biasanya crêpe asli dibuat dari gandum, tapi leker dibuat dari tepung beras, gula pasir, susu, telur, mentega yang dipanggang dengan anglo, tungku yang menggunakan bahan bakar arang.
 
Adonan dituang ke wajan tembaga berdiameter sekitar 20 cm di atas anglo. Adonan yang dituang dibikin tipis agar menghasilkan kesan kulit yang crispy saat digigit. Sesaat setelah dituang tipis itu, langsung diisi dengan pilihan adonan seperti keju, kacang, sosis, daging, atau sesuka selera.Tak perlu waktu lama, kulit itu dilipat berbentuk segitiga.
 
Leker sangat nikmat jika disantap langsung begitu selesai dipanggang. Hangat dan crispy atau renyah begitu terasa di kulit pinggirannya. Mengudap leker, dimulai dari tepi kue yang renyah kemudian baru ke tengah dimana adonan isi favorit dipilih.
 
Jika Anda memilih cokelat, ketan, pisang, dan kacang, tentulah rasanya manis. Tapi rasakan sensasinya jika Anda memilih isi seperti sosis, telur dadar, ayam bakar, daging empal sapi yang dimasak ala bacem, atau daging rendang Padang. Ayam dan daging sapi disuwir dalam potongan kecil agar muat dalam crepe. Kulit yang manis berpadu rasa gurih bahkan pedas pada adonan isi. Nikmat dan tak biasa.
Sebaiknya leker jangan dibungkus dan dibawa pulang.Pasalnya, leker yang sudah dingin kurang nikmat dimakan karena sudah terasa melempem dan agak alot dikunyah.
 
Harga leker konvensional terbilang murah, antara Rp 1.500 - Rp 2.000 per potong. Tapi Leker Pak Sof, demikian Sofroni melabeli gerobak jualannya, harganya di atas rata-rata. Paling murah Rp 4.000 untuk isi ketan dan termahal Rp 13.000 untuk isi telur campur sosis dan keju.
 
“Meski mahal tapi justru leker isi telur, sosis, dan keju yang paling laris. Memang kalau dibanding penjual leker lain, jualan saya yang paling mahal, tapi soal rasa boleh diadu,” tutur Sofroni sembari mengipasi anglo.
 
Menurut Sof, orang yang baru sekali  membeli, biasanya terkejut dengan harga. Mereka akan mencari penjual leker lain untuk membandingkan. Tapi pada akhirnya, balik lagi kemari.
 
“Orang Salatiga ini membeli tak cuma sekadar harga tapi juga rasa. Jadi saya percaya kalau memang rasanya enak, orang pasti kembali,” kata Sof yakin. Ia memang tak asal bicara. Terbukti ketika ia baru menepikan gerobaknya di  depan Lapangan Pancasila, alun-alun Kota Salatiga, tepatnya di samping Masjid Raya Darul Amal, pukul 08.00 WIB, pelanggan pun sudah berdatangan.
 
Mereka dengan setia menunggui Sof merapikan gerobak, membersihkan lantai paving dari daun-daunan kering di sekitar tempatnya jualan, dan memberi terpal untuk tempat duduk pembeli. Setelah itu Sof masih harus membuat adonan yang kemudian mengisinya dengan adonan pilihan. Pembeli pun rela antre dan Sof sudah punya langganan sendiri.
 
Sebelumnya, pada 2002, ia juga berjualan leker dengan variasi manis seperti kebanyakan penjual leker seperti cokelat, kacang, dan rasa yang manis-manis saja. Demi menambah pelanggan, Sof tak ragu melakukan ujicoba rasa.
 
Di percobaan pertama, leker terasa hambar ketika diisi ketan. Selanjutnya, ia menggunakan ketan campur gula penambah rasa manis. Selanjutnya, leker ayam panggang, daging bacem, hingga daging rendang. "Tinggal beli saja dagingnya di warung makan terdekat," katanya menunjuk restoran prasmanan di sudut kiri gerobaknya. 
 
 
kps/fn/radarriaunet.com