Upaya Gencatan Senjata Kembali Gugur di Suriah

Administrator - Rabu,19 Agustus 2015 - 11:30:05 wib
Upaya Gencatan Senjata Kembali Gugur di Suriah
Seorang pria berdiri dengan penuh amarah di lokasi pemboman di Kota Aleppo, Suriah, Juni lalu. (FOTO:cnn/ REUTERS/Abdalrhman Ismail)

Jakarta, (RRN)-- Sebuah perjanjian gencatan senjata yang dijalin sejak Rabu lalu gugur pada Sabtu waktu setempat di kota Zabadani dan desa Kefraya dan al-Foua, perbatasan Suriah. Upaya pengakhiran bentrok senjata antara Pemerintah Suriah dengan Sekutu Hisbullah serta tentara pemberontak itu gagal lantaran pembicaraan yang dilakukan tak mencapai kata sepakat.


Berdasarkan pemberitaan Hizbullah al-Manar TV yang dilansir Reuters, perjanjian gencatan senjata telah berakhir tanpa kesepakatan akhir. Ahrar al-Sham, kelompok pemberontak yang memimpin negosiasi dari pihak pemberontak karena pembicaraan telah gagal, pemberontak kini telah mulai meningkatkan aktivitas militer lagi.

Sebenarnya, perjanjian gencatan senjata ini cukup berarti bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sebab, lokasi dari bentrokan itu ssangat dekat dengan pusat pemerintahan Suriah di Damaskus. Sehingga ancaman pendudukan terhadap Damaskus dari pihak pemberontak maupun Hisbullah kembali meneror penduduk sipil di ibu kota Suriah itu.

Dua negara yang ikut mensponsori gencatan senjata, yakni Iran dan Turki nampaknya tak bisa berbuat banyak. Alih-alih bisa menghentikan pertempuran, kelompok pemberontak malah menuding mereka sebagai sebab utama kegagalan gencatan senjata.

"Alasan kegagalan negosiasi adalah masalah perubahan demografis dan kurangnya kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan dari warga sipil," kata juru bicara Ahrar al-Sham Ahmed Qara Ali dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Reuters.

Selain itu, permintaan untuk pembebasan 40 ribu tahanan dari pihak pemeberontak ditolak. Pada Sabtu waktu setempat, bentrokan senjata antara Hisbullah, pemberontak dan tentara Suriah kembali pecah. Alhasil, beberapa tentara Suriah menderita luka. Lebih dari itu, bentrokan juga telah menewaskan seorang bocah dan 12 warga sipil lainnya terluka. (sip/fn)