PDI-P: Calon Kapolri dari SBY Saja Kita Terima, apalagi Usulan Jokowi

Administrator - Jumat,24 Juni 2016 - 08:41:19 wib
PDI-P: Calon Kapolri dari SBY Saja Kita Terima, apalagi Usulan Jokowi
Kepala BNPT, Komjen Pol Tito Karnavian saat menyambut sejumlah anggota Komisi III DPR yang mendatangi rumah dinasnya di Kompleks Polri Ragunan, Jakarta, Rabu (22/6/2016). kcm
RADARRIAUNET.COM - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengklarifikasi isu dukungan fraksinya kepada Komjen Budi Gunawan sebagai kepala Polri.
 
Hal tersebut disampaikan Basarah saat uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri Komjen Tito Karnavian di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/6/2016). "Banyak anggapan bahwa dukung PDI-P bersifat personal, dalam pengertian, dukungan yang diberikan ke Komjen BG terkait private, kepentingan PDI-P saja," kata Basarah.
 
Padahal, lanjut Basarah, PDI-P akan mendukung siapapun calon Kapolri yang diajukan oleh Presiden. MPR Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat dan Ketua Badan Sosialisasi MPR Ahmad Basarah berjabat tangan di acara diskusi "Penggunaan Istilah 'Empat Pilar'" di Perpustakaan MPR, Senin (2/3/2015).
 
Ia menekankan langkah PDI-P yang mendukung seluruh calon Kapolri yang diusulkan siapapun Presiden, termasuk Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono.
 
Padahal, PDI-P menjadi oposisi saat sepuluh tahun pemerintahan SBY. Karena itu, menurut Basarah, tidak mungkin PDI-P menolak usulan Presiden Joko Widodo agar Tito menjadi Kapolri. "Tidak mungkin PDI-P menolak calon Kapolri yang diusulkan Presiden. Dari SBY saja kami terima, apalagi Jokowi yang kader kami," ucap Basarah.
 
Saat pemilihan kepala Polri Januari 2015 lalu, Jokowi mengusulkan Budi Gunawan kepada DPR. Namun, Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. PDI-P mendorong Budi Gunawan tetap dilantik. Presiden Jokowi akhirnya membatalkan pelantikan Budi meski yang bersangkutan sudah lolos uji kepatutan dan kelayakan di DPR dan memenangi gugatan di praperadilan.
 
Jokowi akhirnya menunjuk Jenderal Pol Badrodin Haiti sebagai Kapolri. Internal Polri kemudian memilih Budi Gunawan menjadi Wakapolri. Menjelang Badrodin pensiun pada Juli 2016, sejumlah politisi PDI-P kembali mendorong agar Presiden mengangkat Budi Gunawan sebagai Kapolri. PDI-P menilai, dari jenderal polisi bintang tiga yang ada saat ini, Budi Gunawan sosok yang paling pas untuk menjadi kepala Polri. Namun, Presiden memilih Tito. 
 
 
teu/kcm/radarriaunet.com