Subsidi Listrik Dicabut 5 Juta Rumah Tangga Terancam Jatuh Miskin

Administrator - Selasa,03 November 2015 - 11:17:24 wib
Subsidi Listrik Dicabut 5 Juta Rumah Tangga Terancam Jatuh Miskin
FOTO: kompas.com

JAKARTA (RRN) - Rencana pemerintah mencabut subsidi listrik pelanggan rumah tangga 450-900 VA bagi mereka yang mampu dinilai akan menimbulkan efek domino. Setidaknya, dari hasil penelitian Universitas Indonesia (UI), kebijakan tersebut berdampak pada naiknya inflasi hingga naiknya angka kemiskinan.


"Hitungan kami ada tiga sampai lima juta yang akan jatuh ke kelompok rentan miskin," ujar pengamat ekonomi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), Riyanto, dalam acara diskusi Energi Kita di Jakarta.


Saat ini, tutur dia, total jumlah pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA mencapai 48 juta rumah tangga. Sementara itu, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), 24,7 juta rumah tangga merupakan masyarakat miskin dan hampir miskin. Artinya, akan ada sekitar 23 juta rumah tangga yang subsidi listriknya akan dicabut.


Akibat pencabutan subsidi tersebut, harga listrik akan naik mencapai 250 persen. Hal inilah yang diperkirakan menyebabkan 3 juta sampai 5 juta rumah tangga masuk ke dalam kategori rentan miskin. Selain itu berdasarkan penelitian UI, pencabutan subsidi listrik kepada 23 juta rumah tangga juga akan menyebabkan inflasi sebesar 1,74 persen. Artinya, bila target inflasi pemerintah 4 persen, maka akan menjadi 5,74 persen pada 2016 mendatang.


Tak cuma dampak langsung, kenaikan tarif listrik akan menyebabkan dampak tak langsung karena tarif listrik jadi komponen produksi. Akibatnya, harga-harga akan naik dan inflasi akan kian melejit. Diperkirakan tambahan inflasi akan mencapai 4 persen. "Untuk pertumbuhan ekonomi tidak terlalu besar dampaknya menjadi turun 0,59 persen," kata dia.


Sementara itu, dampak sosial yang terjadi ialah terjadinya kecemburuan sosial lantaran ada masyakarat yang dapat subsidi dan tidak dapat subsidi. Selain itu, PLN juga akan kena dampak akibat kenaikan tarif listrik tersebut. Meski kebijakan pemerintah, kantor-kantor PLN diprediksi akan menjadi sasaran protes masyakarat. Riyanto mengusulkan agar dampak kenaikan tarif listrik tak besar, pemerintah bisa melakukan cara yang lembut, misalnya dengan menaikkan tarif secara bertahap, tak sekaligus.  (teu/kcm)