Syamsuar Paparkan Sejumlah Keberhasilan Selama Pimpin Negeri Istana

Administrator - Selasa,13 Oktober 2015 - 10:30:57 wib
Syamsuar Paparkan Sejumlah Keberhasilan Selama Pimpin Negeri Istana
Bupati Siak didampingi Asisten I Setdaprov Riau dan Ketua DPRD Siak, saat sidang paripurna istimewa HUT ke-16 Kabupaten Siak. (foto: humas)

SIAK SRI INDRAPURA (RRN) - Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi memaparkan sejumlah program pembangunan diberbagai bidang selama dirinya bersama Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi memimpin Negeri Istana sejak tahun 2011 lalu. Pemaparan itu disampaikan pada sidang paripurna istimewa HUT ke-16 Kabupaten Siak, hari ini, Senin (12/10/2015) di gedung DPRD Siak.


Sidang dipimpin Ketua DPRD Siak Indra Gunawan didampingi Wakil Ketua Sutarno dan dihadiri seluruh anggota Dewan. Tampak hadir Plt Gubri diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau, H Ahmad Syah Harrofie, mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, mantan Bupati Siak Arwin AS, Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi beserta istri, Setdakab Siak Drs H Tengku Said Hamzah beserta istri, Ketua PKK Siak Misnarni Syamsuar, Forkompimda Siak, Ketua LAMR Siak, sejumlah pejabat dilingkup Pemkab Siak, tokoh masyarakat serta ratusan pelajar dan mahasiswa yang memadati gedung wakil rakyat tersebut.


Pada pidatonya, Syamsuar menjabarkan berbagai capaian pembangunan dan program serta kegiatan prioritas pelayanan publik diberbagai sektor yang telah dilaksanakan hingga saat ini dalam mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Siak tahun 2011-2016. "Sektor pendidikan, sudah ada Peraturan Daerah (Perda) wajib belajar 12 tahun, kita harapkan tidak ada lagi anak-anak putus sekolah dari SD sampai SMA/SMK di Siak," kata Bupati.

Selain itu juga dilakukan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dari tahun 2011-2015. Di samping tingkat pendidikan dasar dan menengah, Pemkab Siak juga berusaha memajukan jenjang pendidikan tinggi melalui Akademi Komunitas Siak (AKS) yang dimulai tahun 2014 sebanyak 96 mahasiswa untuk 2 jurusan yaitu Teknik Kimia dan Teknik Mesin. Pada tahun 2015 ini AKS kembali menerima 144 mahasiswa, dan saat ini juga sedang dilaksanakan pembangunan fisik AKS serta pengiriman mahasiswa berprestasi Kabupaten Siak ke Perguruan Tinggi melalui beasiswa yang jumlahnya mencapai 224 orang.


Dibidang kesehatan, lanjut Bupati, berbagai upaya telah dilakukan guna meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui beberapa kegiatan antara lain, pembangunan sarana prasarana kesehatan dari tahun 2011-2015. Pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui  program Jamkesda sejak tahun 2012. Sampai saat ini, Pemkab Siak telah mengadakan kerjasama dengan 8 rumah sakit rujukan antara lain, RSUD Siak, RS Selasih Pelalawan, RS Arifin Ahmad Pekanbaru, RS Ibnu Sina Pekanbaru, RSJ Tampan Pekanbaru, RS Jantung Harapan Kita Jakarta, RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan RS Ortopedi Solo.


Sektor kemiskinan, jelas Bupati, Pemkab Siak menetapkan strategi dan program penanggulangan kemiskinan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Siak. Beberapa program penanggulangan kemiskinan antara lain, bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, seperti subsidi raskin, sembako murah, pembangunan rumah layak huni rata-rata 180 unit per tahun, beasiswa keluarga miskin, bantuan peralatan sekolah keluarga miskin berupa seragam sekolah, sepatu dan tas, bantuan sosial bagi fakir miskin dan penyandang cacat, bantuan untuk rumah tangga miskin lansia terlantar per bulan Rp200 ribu serta bantuan sosial kepada yatim piatu.


Selain itu juga terdapat program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil dengan penyediaan permodalan berupa UED-SP dan KUR, penyelenggaraan promosi produk dan peningkatan kemitraan usaha. Kemudian, sektor infrastruktur, Pemkab Siak terus meningkatkan pembangunan jalan, jembatan, pengairan, kelistrikan, perumahan dan pemukiman, air bersih serta  perhubungan.


Sektor pariwisata dan kebudayaan, Pemkab Siak terus berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Siak sebagai tujuan wisata sehingga wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dalam rangka mengembangkan kepariwisataan dan kebudayaan di Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Siak telah memiliki Grand Design Pengembangan Kebudayaan Melayu, dan terus melakukan upaya publikasi, promosi kepariwisataan, serta mengikuti dan melaksanakan event-event kebudayaan dan olahraga yang mendukung kepariwisataan di Kabupaten Siak.  


Dibidang investasi, lanjut Syamsuar, nilai investasi di Kabupaten Siak dari tahun ke tahun semakin meningkat. Berdasarkan hasil verifikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp4,6 triliun lebih dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sebesar 2 Miliar dollar lebih, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 22.168 orang.

 

Dalam hal percepatan pelayanan di bidang perizinan kepada masyarakat, Pemkab Siak telah membentuk Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan terpadu (BPMP2T) yang diberikan kewenangan seluas-luasnya. Sektor pertanian, produksi padi dari tahun 2011 sampai 2014 mengalami peningkatan. Tahun 2014 produksi padi sebesar 40.394 ton atau meningkat 12.948 ton dari tahun 2011 sebesar 27.446 ton. Peningkatan produksi padi tersebut akan terus ditingkatkan melalui intensifikasi pertanian.


Sektor perkebunan, komoditas perkebunan di Kabupaten Siak didominasi oleh kelapa sawit. Total luas perkebunan kelapa sawit tahun 2014 sebesar 287 ribu hektar lebih dengan produksi dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) sebesar 949 ribu ton lebih. Dalam rangka menjadikan Kabupaten Siak sebagai sentra produksi sapi, Pemkab Siak menetapkan 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Kerinci Kanan, Dayun, Lubuk Dalam dan Koto Gasib sebagai kawasan pengembangan pembibitan sapi bali. Disamping itu Pemerintah Kabupaten Siak juga telah melaksanakan pengembangan sapi dengan pola Sistem Integrasi Sapi dengan Kelapa Sawit (SISKA) dan Sistem Integrasi Sapi dan Padi (SISPA).


Pada sektor perikanan, produksi perikanan didominasi oleh perikanan darat yaitu perairan umum, kolam rakyat dan pola mina padi. "Untuk mendukung prinsip-prinsip menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan demi terwujudnya program reformasi birokrasi, kita juga melaksanakan beberapa program dan kegiatan secara tertib," jelas Syamsuar.


Disektor koperasi telah mengalami perkembangan yang positif, dimana semula hanya berdiri 120 koperasi, hingga triwulan II tahun 2015 berkembang menjadi 203 koperasi. Di samping itu terhadap koperasi yang tidak aktif diusulkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM untuk dihapuskan atau dibubarkan sebanyak 73 koperasi.


Sektor ketenagakerjaan, Pemkab Siak telah melakukan upaya nyata yang berkaitan dengan peningkatan dan perluasan kesempatan kerja. Permasalahan tidak adanya link and match antara dunia pendidikan dengan pasar kerja diatasi dengan pendirian akademi komunitas dan rencana pembangunan Politeknik. "Sejak tahun 2011 sampai saat ini, prestasi dan penghargaanyang telah diraih Pemkab Siak, pelajar, pemerintah desa, PKK serta masyarakat sebanyak 129 penghargaan," papar Syamsuar. (hum)