Sejumlah Kebutuhan Pokok di Rohul Mulai Merangkak Naik

Administrator - Kamis,08 September 2022 - 20:54:46 wib
Sejumlah Kebutuhan Pokok di Rohul Mulai Merangkak Naik
Suasana pasar di Rohul. Foto: CPL

RADARRIAUNET.COM: Kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menyebabkan mulai merangkak naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Rokan Hulu. 

Dari pantauan awak media di Pasar Modren Pasir Pengaraian hampir seluruh harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan mulai dari 10 hingga 30 persen dari harga sebelumnya.

Seperti harga cabai merah yang saat ini dijual pedagang di kisaran harga Rp110.000 di tingkat pedagang. Padahal sebelum kenaikan BBM terjadi, harga cabai merah dijual di kisaran harga Rp80.000/ Kg atau naik hampir 30 persen.

Kenaikan harga signifikan juga terjadi pada telur ayam ras dimana biasanya harga telur ayam dijual diharga Rp47.000/ papan saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp55.000/ papan.

Harga beras juga mulai mengalami kenaikan meski tak signifikan.

Beras CML misalnya kini sudah naik dari Rp97.000/ 10 Kg, kini sudah dijual di kisaran harga Rp110.000/ 10 Kg.

Beberapa jenis sayur-sayuran juga mengalami kenaikan seperti sayur kangkung dan bayam kini naik dari Rp2.500 per ikat menjadi Rp3.000/ ikat.

Barang kebutuhan pokok lain yang naik seperti tepung terigu yang biasanya dijual Rp10.000/Kg kini naik menjadi Rp12.000/Kg.

Ayam potong naik dari Rp35.000/Kg menjadi Rp45.000/Kg. Cabai rawit naik dari Rp50.000/ Kg menjadi Rp60.000/Kg.

Kemudian kacang tanah naik dari Rp25.000 menjadi Rp28.000. Kacang hijau naik dari Rp22.000/Kg menjadi Rp 26.000/Kg.

Salah seorang pedagang Muslim mengaku, kenaikan harga ini terjadi pasca pemerintah menaikan harga BBM.

Banyak distributor beralasan mereka harus menutupi biaya operasional yang meningkat pasca naiknya harga BBM.

"Sebagian besar distributor kita kan banyak yang berasal dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara, alasannya karena BBM naik, terpaksalah naikan harga," ujar pedagang menyitat cakaplah.

Akibat kenaikan harga barang ini, banyak para pedagang yang mengeluhkan menurunnya omset penjualan dikarenakan para pembeli memilih untuk membeli kebutuhan pokok secukupnya.

"Jauh menurunnya pak, banyak ibu-ibu yang biasa beli cabai 1 Kg sekarang hanya beli 1 ons atau setengah kilo. Alasannya ya, karena uang belanja mereka tak bertambah, jadi dicukup-cukupkan untuk membeli kebutuhan pokok," ungkap Muslim.

Para pedagang berharap, Pemerintah mengkaji ulang kenaikan BBM ini karena sangat berdampak terhadap kenaikan harga barang. RR